Lusy Wahyudi

    Article

    History

    Lusy Wahyudi, lahir di Jakarta, 18 Desember 1956, menyelesaikan pendidikan formalnya di Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA) Santa Maria bagian Tata Busana. lstri dari Firman Wahyudi dan ibu dari Jan Felix, Max Edwin, dan Hans Martin ini belajar merangkai bunga sejak tahun 1978.

    Lusy memperdalam seni tata rangkai bunga lkebana lkenobo mulai tahun 1988. Saat ini beliau tercatat sebagai pengurus dan instruktur pada Perhimpunan lkebana lkenobo dan anggota dari World Flower Council, selain menjadi pengajar bunga di Rusy Floral Design School.

    Sebagai pribadi dengan jiwa seni tinggi, Lusy Wahyudi memiliki cukup banyak kegiatan. Selain merangkai bunga, Lusy juga membuat keramik, membuat dan mengkoleksi pernak-pernik miniature, membuat desain jewelry, membuat dan menata desain interior dan juga belajar fotografi. Semua foto rangkaian bunga pada buku ini adalah hasil karyanya.

    Lusy juga menghargai warisan budaya bangsa lndonesia yang adiluhung, batik. Selain menjadi pemakai, pemerhati, dan kolektor batik, sekarang Lusy juga sedang mencoba menggambar desain batik. Lusy Wahyudi yang hampir setiap hari mengenakan kain ini menyatakan lebih senang batik katun yang harus dilukis di dua permukaan kain, ketimbang batik sutera yang cukup dibatik di satu permukaan saja.

    Lusy Wahyudi juga senang berkebun dan bercocok tanam. Beliau banyak mengkoleksi tanaman, yang kebanyakan digunakannya untuk menbuat rangkaian Ikebana. Anggrek-anggrek yang cantik pun banyak ditanamnya dan dirawat sepenuh hati. Keindahan koleksinya ini bahkan dimuat di majalah flora dan fauna, Flona.

    Pengetahuan tentang bunga didapatnya pertama kali dari guru-gurunya di lndonesia dan kemudian diperdalam dengan pengetahuan dari guru-guru di luar negeri, melalui seminar-seminar dari workshop mengenai bunga.

    Lusy Wahyudi juga selalu memperhatikan perkembangan desain rangkaian bunga, baik yang bergaya Barat maupun Ikebana, meskipun sebetulnya beliau lebih fokus menekuni Ikebana. Bahkan setiap setahun atau dua tahun sekali, beliau pergi ke Jepang untuk menambah pengetahuan tentang rangkaian Ikebana.

Related Books