Aku Kartini Bernyawa Sembilan

    Author ODHA
    No GM N/A
    ISBN 979-22-3163-3
    Price Rp 35.000
    Size 13.5 x 20
    Total Pages N/A
    Date Published 04 Sep, 2007
    Category Fiction: Short Stories

Sinopsis

Bayangkan jika Anda tertular AIDS, apa yang akan Anda ceritakan pada teman, pacar, suami, istri, atau ibu Anda? Anda tidak bisa begitu saja pulang dan berkata, `Bu, saya ketularan AIDS!`. Lalu bagaimana Anda bersikap ketika orang tahu dan menjauh seakan-akan Anda membawa bom waktu yang siap meledak. Bagaimana rasanya ketika semua teman menolak berbagi makanan dan minuman dan bahkan enggan sekadar bersalaman. Mungkin menangis adalah respons pertama, namun apa selanjutnya ketika airmata sudah habis dan hidup terus berjalan? Para penulis ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dalam kumpulan cerpen Aku Kartini Bernyawa Sembilan ini memilih untuk berbagi perasaan-perasaan tadi dan menyebarkan kesadaran bahwa HIV/ AIDS adalah issue dunia yang sangat serius untuk ditangani.
Buku ini terdiri dari 11 cerpen dari 9 penulis ODHA yang diseleksi dari seluruh provinsi di Indonesia. Bekerja sama dengan UNAIDS, 6 sastrawan perempuan (Djenar, Dee, Ayu Utami, Cok Sawitri, Nukila Amal dan Oka Rusmini) kemudian mementori ODHA yang terseleksi untuk belajar menulis. Hasil pelatihan itu adalah kumpulan cerpen ini. Jangan harap Anda menemukan kisah ratapan yang melarat-larat, karena mereka tidak menulis seperti itu. Dari kisah-kisah mereka, pembaca dapat mengetahui bagaimana melihat dunia dari perspektif lain. Juga tentang memberi makna lebih pada kehidupan dan menjadikan setiap detik kehadiran di dunia berguna, untuk apa pun dan siapa pun juga.

***

Dalam waktu relatif singkat, mereka telah menjelma menjadi penulis-penulis potensial yang karyanya layak disuarakan. Bukan hanya karena tema sentral HIV/AIDS, tetapi juga karena kelenturan mereka berekspresi, ketajaman mereka memilih kata, dan kejelian mereka menyusun plot.
(Dewi Lestari)

...kerentanan mengajarkan tentang kekuatan, bagaimana kehilangan mengajarkan tentang apa-apa yang dipunya, dan belajar menerima dan hidup dengan diri sendiri. Daftarnya jauh lebih panjang. Semua hal di atas tersimpan dalam salah satu cerita pendek dalam antologi ini.
(Nukila Amal)

Related Books