5 Matahari

    Author Budi S. Tanuwibowo
    No GM N/A
    ISBN 978-979-22-5458-7
    Price Rp 45.000
    Size 14.5 x 21
    Total Pages N/A
    Date Published 09 Mar, 2010
    Category Non Fiction: Self-Improvement

Sinopsis

"Karya-karya Pak Budi enak dibaca, mudah dicerna dan banyak berisi. Banyak canda tapi penuh makna. Bahasanya puitis dan mudah dimengerti. Saya anjurkan siapa saja yang gandrung akan makna hidup, bacalah buku ini."
---Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Anggota Dewan Pertimbangan Presiden

"Buku Kebajikan ini disajikan dengan bahasa yang ringan dan renyah, tetapi mengandung pesan-pesan yang ternyata dalam dan inspiratif. Memang benar seperti yang diungkapkan Penulis `Cerita ini hanyalah reka cipta seseorang, namun di balik itu ada pesan-pesan moral dari banyak keyakinan`. Begitu kita membacanya, tidak terasa begitu memikat untuk dilanjutkan sampai usai. Sebuah buku yang bersahaja, tetapi ternyata berbobot dan bernilai sehingga baik untuk dibaca oleh pria atau wanita muda, dewasa, maupun yang lanjut usia."
---Xs. Tjhie Tjay Ing, Ketua Dewan Rohaniwan MATAKIN

"Membaca buku ini, kita dihadirkan dalam cerita, kisah, dialog, dan percakapan yang menyajikan nasihat tanpa terasa dinasihati dan diajak melihat realita kehidupan dengan pelajaran ke arah hidup yang lebih baik serta bijaksana tanpa merasa digurui. Cerita, kisah, dialog dan percakapan dikemas dalam konteks masa kini dengan nuansa manajemen dan kemasyarakatan sehingga kita mudah bercermin diri dan ditantang untuk hidup lebih baik dan lebih bijaksana."
---Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J., Uskup Agung Jakarta

"Pak Budi mampu mengangkat peristiwa sehari-hari dalam bahasa penuh hikmat. Buku ini adalah buktinya. Dalam gaya dialog Guru Bijak dan muridnya, kalimat hikmat itu diteruskan kepada kita. Maka, buku ini patut dibaca dan perlu bagi mereka yang mendambakan Kearifan."
---Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia

"Buku ini mengandung pesan moral dan pentingnya koreksi dan evaluasi diri, serta mendorong setiap orang memahami eksistensinya yang paling asasi sebagai hamba ciptaan Tuhan. Pe-mahaman dasar ini mengarahkan manusia untuk hidup penuh kebajikan serta mengasihi dan men-gapresiasi sesama secara tulus, jauh dari perilaku diskriminatif dan eksploitatif."
---Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA, Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace

Related Books