Spiritualitas Politik

    Author DR. Paulinus Yan Olla, MSF
    No GM N/A
    ISBN 978-602-03-0268-3
    Price Rp 48.000
    Size 14 x 21
    Total Pages N/A
    Date Published 27 Feb, 2014
    Category Non Fiction: Culture

Sinopsis

Di tengah-tengah kenyataan praktik bermain-main politik yang salah dan merugikan kebaikan dan kepentingan bersama ini, dan di tengah-tengah yang disebut oleh Paus Benediktus XVI sebagai penumpulan etis yang merebak, Pastor Yan Olla, MSF menawarkan inspirasi yang menarik. Seandainya etika politik yang diinspirasikan oleh iman Kristiani ini sungguh dijalankan, pelan-pelan cita-cita untuk membangun kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercapai.

—Mgr. I. Suharyo

Uskup Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)




Buku ini perlu dibaca oleh siapa saja, termasuk mereka yang non-Kristiani, karena selain bisa memahami pandangan dan praktik spiritualitas politik gereja dan umat Katolik, buku ini dapat mendorong penulis non-Kristiani untuk menggali pandangan keagamaan masing-masing tentang politik yang sebetulnya tidak “kotor” dan mendorong setiap umat beragama untuk berpolitik bagi perdamaian, keselamatan dan kesejahteraan manusia.

—Budiarman Bahar

Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan




Politik itu kotor, karena itu hindarilah. Inilah yang dipahami kebanyakan orang tentang politik. Paulinus Yan Olla membalik pemahaman ini dengan menunjukkan bahwa politik adalah jalan menuju kesucian, karena pada dasarnya spiritualitas politik adalah spiritualitas pelibatan (keterlibatan) seperti yang ditampilkan dalam keseluruhan pengalaman Kristus dalam mewujudkan kemaslahatan bersama (bonum commune).

—DR. TA. Legowo

Pemerhati Politik dan Mantan Ketua Formappi (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia)




Bagi seorang beriman Kristiani, nilai-nilai universal seperti kebenaran, keadilan, kasih, kebebasan, Hak-hak Asasi Manusia, subsidiaritas, solidaritas, partisipasi, dan persekutuan, merupakan motivasi utama, dasar pijakan, acuan, dan pedoman dalam berpolitik. Kalau nilai-nilai ini dihidupi dalam politik Indonesia, tentunya harta dan takhta tidak akan dilihat sebagai tujuan dalam politik, melainkan sebagai sarana untuk memperjuangkan kepentingan bersama.

—DR. Neles Tebay, Pr

Misiolog, Ketua STFT Fajar Timur, Jayapura dan Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) di Papua.

Related Books