Belaian si Embok

    Author Kristin Samah
    No GM 617221051
    ISBN 978-602-03-5543-6
    Price Rp 95.000
    Size 13.5x20cm
    Total Pages 304 pages
    Date Published 10 Jul, 2017
    Category Non Fiction: Self-Improvement

Sinopsis

Kang Yoto meresmikan gereja yang sudah berpuluh tahun selesai dibangun. Tidak takut ditinggalkan pemilih, Kang?

Bangsa Indonesia harus dibangunkan dari tidur panjangnya. Sektarian paling mudah dijual dalam politik. Sektarian bukan hanya soal agama tetapi juga kelompok kepentingan, bisnis, suku, ras, dan sebagainya. Bila politik sudah mengunyah sektarian, kemudian ditangkap oleh media, maka negara dan bangsa akan mengalami pelambatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan bukan tidak mungkin negara dan bangsa gagal mewujudkan kesejahteraan.

Seorang pemimpin harus berani mengambil kebijakan yang sulit, bahkan pahit, pada saat ia memiliki kuasa dan kewenangan; bukan ketika sudah tidak menjabat.

Keteguhan memegang prinsip, meskipun tampaknya melawan arus, ternyata bisa membuat Kang Yoto bertahan dua periode memimpin Bojonegoro. Ia sangat dicintai rakyatnya. Tak hanya membuat perubahan pembangunan fisik tetapi juga mental, spiritual, termasuk cara berpikir masyarakat. Bojonegoro Matoh! Lampaui batas maksimalmu!

Konferensi Tingkat Tinggi Open Government Partnership (KTT OGP) di Paris, Prancis, menetapkan Indonesia memperoleh tiga capaian utama. Capaian pertama yang diakui dunia adalah terpilihnya Kabupaten Bojonegoro sebagai satu di antara 15 daerah percontohan dunia untuk praktik pemerintahan terbuka. Kabupaten di Jatim itu sejajar dengan kota besar lainnya seperti Paris (Prancis), Madrid (Spanyol), dan Seoul (Korea Selatan).
—Pengakuan Dunia atas Bojonegoro, Jawa Pos, 10 Desember 2016

Related Books