Serangkum Disposisi Presiden Soeharto & Ibu Negara (HC)

    Author Donna Sita Indria
    No GM 618222027
    ISBN 978-602-06-1373-4
    Price Rp 385.000
    Size 22x27,5cm
    Total Pages 192 pages
    Date Published 17 Sep, 2018
    Category Non Fiction: Business Management and Leadership

Sinopsis

Mungkin ada yang mengira bahwa berkirim surat kepada Presiden dan Ibu Negara yang sehari-hari sibuk, bagaikan menulis di atas pasir pantai, yang bisa begitu saja lenyap tak berbekas karena tersapu gelombang.

Namun, tidak seperti itu yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan pendamping setianya, Ibu Negara Hj. Siti Hartinah Soeharto. Hal itu dibuktikan oleh begitu banyak disposisi Pak Harto dan Ibu Tien yang disimpan oleh Dr. Rusmono, yang bertugas sebagai dokter pribadi beliau berdua selama delapan tahun pada 1986–1993.

Ibu Tien Soeharto adalah Ibu Negara yang selalu mendampingi Presiden RI kedua di seluruh acara resmi kenegaraan dan menjadi penggerak utama pada acara- acara keluarga.

Di luar itu, Ibu Tien melaksanakan banyak pekerjaan penting yang hasilnya tetap dapat dirasa dan dinikmati hingga kini oleh masyarakat banyak, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Bunga Mekarsari, Museum Purna Bhakti Pertiwi, dan lainnya.

Di antara begitu banyak ide orisinalnya sebagai persembahan kepada bangsa dan negara, yang sangat prestisius selain TMII adalah dibangunnya dua rumah sakit yang sangat modern pada zamannya, yaitu Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dan Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita.

Semua karya Ibu Tien bersentuhan dengan kepentingan kemanusiaan dan dilaksanakan demi kebahagiaan orang banyak.

RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menjadi rumah sakit pertama yang melaksanakan teknik bedah jantung terbuka paling modern waktu itu. Begitu juga dengan RSAB Harapan Kita, dalam pengelolaan tangan sejuk Ibu Tien Soeharto, rumah sakit itu mewarnai prestasinya dengan kelahiran bayi tabung pertama di Indonesia.

Pak Harto dan Ibu Tien tidak pernah suka menunda-nunda pekerjaan. Catatan waktu yang rinci di dalam setiap surat dan disposisinya di dalam buku ini membuktikan bahwa semua surat yang diajukan, seberapa pun ringan isinya, apalagi yang berat-berat, telah diberikan disposisinya pada hari itu juga atau keesokan harinya.

Kalaupun ada satu atau dua surat yang agak lama mendapatkan disposisi, itu karena Presiden dan Ibu Negara melakukan perjalanan dinas ke luar kota atau ke luar negeri.

Maka, di dalam buku ini dicantumkan juga tanggal dari setiap surat yang diterima oleh ajudan dan tanggal ketika disposisinya ditulis oleh Pak Harto dan Ibu Tien.

Banyak disposisi yang menjadi istimewa karena Presiden dan Ibu Negara memberikannya bersama-sama. Terlihat beberapa disposisi Presiden Soeharto mengarahkan agar surat yang diterimanya diteruskan kepada Ibu Negara. “Laporkan kepada Ibu,” tulis Pak Harto.

Hal yang sama juga dilakukan Ibu Tien melalui beberapa disposisi bertulisan, “Mohonkan petunjuk Bapak untuk hal ini.”

Dan Dr. Rusmono berada di tengah-tengah dinamika romantik kinerja pasangan nomor satu Indonesia ini, yang saling mendukung dalam mengatasi masalah-masalah sosial kemanusiaan.

“Tulisan tangan Pak Harto tegas, tulisan tangan Ibu Tien lebih halus. Tulisan beliau berdua rapi, bagus, dan mirip dengan tulisan tangan putri sulungnya, Mbak Tutut,” kata Dr. Rusmono.

Yang sangat dikagumi Dr. Rusmono, “Semua disposisi beliau berdua membawakan tindak lanjut dengan berbagai petunjuk dan solusi. Dengan begitu semua staf di bawahnya langsung terarahkan pada penyelesaian masalah yang juga kami laksanakan dengan hati.”

Related Books