Anak Bajang Menggiring Angin (Cover Baru)

    Author Sindhunata
    No GM 618202049
    ISBN 978-602-03-1252-1
    Price Rp 115.000
    Size 14x21cm
    Total Pages 496 pages
    Date Published 12 Nov, 2018
    Category Fiction: Literary

Sinopsis

Maka kebisuan mulut dari suara cinta berbicara tentang segala-galanya. Kebisuan inilah yang membawa Rama dan Sinta meninggalkan dunia. Menerbangkan mereka ke kerajaan seberang lautan. Di sana mereka menjadi anak-anak, laki-laki dan wanita, yang tak memikirkan apa-apa dalam hidupnya, kecuali saling mencinta dan dicinta. Mereka berbicara tanpa bahasa, kecuali bahasa cinta.

“Sinta, aku mendengar kebisuanmu berbicara. Aku mendengar suara kesunyian malam yang berbunga dan ketenangan siang yang berbicara,” kata Rama.

“Memang Rama, bertahun-tahun aku mendengar suaramu dalam kesendirianku. Suaramu mungkin menjadi irama yang lenyap di udara. Dipisahkan samudra raya, suaramu menghilang dalam kebesaran angkasa, tapi bagiku suara itu bergetar senantiasa. Siapakah yang dapat mendiamkan suara cinta?” kata Sinta.

Maka beradalah mereka dalam suatu suasana yang lebih dalam daripada gambiralaya kedalaman samudra, suasana yang lebih tinggi daripada langit di lapisannya yang ketujuh, suasana yang lebih jauh daripada cakrawala, suasana yang melebihi hidup dan kematian, suasana cinta yang tak mengenal batas-batasnya. Ketika itu ada awan lewat menutup matahari. Namun terang tak berhenti memancar dari mata Sinta. Mata itu bening, karena telah bermandikan derita. Rama serasa iri untuk memiliki mata yang demikian tabah. Dan tidakkah keindahan Sinta hari ini adalah buah hasil ketabahannya untuk menderita?

Itulah sepenggal ekspresi tentang makna cinta yang dengan sangat indah dilukiskan dalam novel ini. Tak banyak karya sastra Indonesia yang dicetak ulang berkali-kali seperti buku Anak Bajang Menggiring Angin ini. Banyak pembaca mengaku telah menemukan pegangan yang menguatkan dan mencerahkan hidupnya. Beberapa penggal kisah dan dialognya telah menyadarkan mereka akan arti penderitaan yang singgah dalam hidup mereka, akan kekuasaan atau jabatan yang mereka emban, persahabatan dan kebersamaan yang mereka jalin, keadilan dan kerendahan hati di tengah segala kepalsuan hidup.

Para pengamat sastra mengatakan bahwa kisah buku ini merepresentasikan perlawanan mereka yang lemah dan tak berdaya menghadapi absurditas nasib dan kekuasaan. Dengan imajinasi simbolik yang sangat kaya disertai penggalian makna-makna filosofis yang sangat dalam, buku ini mampu menghidupkan kembali kisah klasik Ramayana dalam bentuk sebuah karya sastra yang indah dan sangat enak untuk dinikmati.

Related Books