Showing all Events

  • Perempuan Penulis dan Ruangnya

    Perempuan Penulis dan Ruangnya

    11 November 2020
    16:00 - 17:30 WIB
    Zoom Meeting

    Perempuan penulis Indonesia terus bermunculan sejak era Reformasi. Pemikiran mereka hadir melalui buku-buku yang terus diterbitkan dan beredar luas di masyarakat. Namun apakah ruang untuk perempuan penulis berkarya, bersuara, dan bahkan belajar juga luas dan terutama aman? Ikuti diskusi via zoom “Perempuan Penulis dan Ruangnya” bersama Intan Paramaditha @sihirperempuan , Raisa Kamila @raikala_ , Erni Aladjai, dan Ni Made Purnama Sari @purnamarisa_ (Moderator) pada Rabu, 11 November 2020, 16.00-17.30 WIB. Tempat terbatas, gratis, dengan registrasi ke bit.ly/diskusisastragpu2

    See Detail
  • Menemukan Alasan untuk Tetap Hidup

    Menemukan Alasan untuk Tetap Hidup

    07 November 2020 - 30 November 2020
    00:00 - 00:00 WIB
    Gramedia Store

    Belakangan ini, kata “depresi” dan “kesehatan mental” menjadi topik yang sering diperbincangkan. Faktanya, bulan lalu, tepatnya pada 10 Oktober, dikenal sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia, karena itulah banyak yang membicarakan kedua hal tersebut. Depresi sendiri tidak bisa dipisahkan dari kesehatan mental. Lantas, apa itu depresi?\n\nSaya mencoba memahami depresi dengan membaca buku yang ditulis oleh Matt Haig dengan judul Alasan untuk Tetap Hidup. Menurut Matt Haig, “Depresi itu misterius, bahkan bagi penderitanya.” “Depresi tampak berbeda bagi setiap orang.” Depresi begitu kompleks tetapi sangat nyata, meskipun tak kasatmata. Itulah mengapa muncul banyak stigma yang ditujukan bagi orang dengan depresi, seolah-olah mereka tidak waras, aneh. Mengurangi stigma tersebut adalah salah satu alasan Matt menulis buku ini, selain juga untuk meyakinkan penderitanya bahwa ada cahaya di ujung terowongan, bahwa depresi bisa disembuhkan.\nAlasan untuk Tetap Hidup adalah perjalanan hidup Matt dari lembah kelam depresi menuju cahaya. Ya, Matt adalah penyintas depresi dan gangguan kecemasan. Ia bahkan hampir mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing. Namun, ia mengurungkan niatnya itu karena menemukan berbagai alasan untuk tetap hidup.\n\nDi buku ini, selain menceritakan kisah hidupnya melawan depresi dan gangguan kecemasan, Matt juga membuat daftar tentang alasan untuk tetap hidup, gejala orang dengan depresi, serta apa yang harus dilakukan seorang caregiver. Matt juga menjelaskan bahwa depresi bisa mengikuti semua orang, tidak terkecuali selebritas dan tokoh penting lainnya. Depresi juga tidak memandang umur, gender, ras, dan status ekonomi seseorang. Depresi itu ada dan bisa disembuhkan.\n\nMembaca buku ini seperti memiliki teman untuk menguatkan, teman yang memahami apa yang terasa ada tetapi tak terlihat, teman yang sudah melewatinya dan berhasil keluar. Mengutip Matt, “Berbicara tentang depresi kepada orang lain dan menulis tentang hal itu akan membuat kita terhubung dengan satu sama lain, dan juga dengan diri kita yang sejati.” Bagi Matt, menulis buku ini adalah salah satu terapi yang membantunya. Bagi saya, membaca buku ini adalah langkah awal untuk memahami depresi, memahami diri, dan melawan stigma.\n\nDapatkan bukunya di 20 Gramedia Pilihan Terdekat, klik: linktr.ee/gramedia

    See Detail
  • Off the Record 2 Book Tour Makassar

    Off the Record 2 Book Tour Makassar

    08 Desember 2019
    13:00 - 15:00 WIB
    Gramedia Mal Ratu Indah, Makassar

    Acara gratis & terbuka untuk umum.

    See Detail
  • Lewat Jam Tiga Eps. 9

    Lewat Jam Tiga Eps. 9

    07 Desember 2019
    15:15 - 17:15 WIB
    Lt. 3, 2madison Gallery, Kemang

    Acara gratis & terbuka untuk umum.

    See Detail