"/>
Gagan Gartika

Gagan Gartika

View all authors
Gagan Gartika, kelahiran Bandung (1961), pernah mengenyam pendidikan pada Akademi Komunikasi Massa Bandung (1981). Meskipun tidak tamat, saat itu ia aktif dalam organisasi Ikatan Pers dan Mahasiswa Indonesia (IPMI), ikut menyebarkan berbagai pengetahuan baru, di Radio RRI, Radio Ganesha, Radio Fortune, Bandung, sambil aktif menulis feature mengenai usaha-usaha kecil pada Surat Kabar Bisnis Indonesia (1984).

Untuk menjalani karier penulisan, ia ternyata harus melalui perjuangan berat. Saat itu penghasilan lewat tulisan tak begitu menjanjikan karena banyak wartawan tak bergaji. Kalau mengandalkan penghasilan dari hasil tulisan tak seimbang dengan ongkos mencari bahan tulisan feature, yang terkadang untuk mendapatkan bahan tulisan terbaik, ia mesti datang langsung ke pelosok daerah, ke perkebunan atau tempat yang jauh dari kehidupan kota.

Akhirnya kegiatan menulis terlupakan karena ia banting setir mencari uang dulu, dengan masuk menjadi pegawai negeri di Departemen Pertanian. Namun karena hasratnya yang menggebu untuk bisa kuliah lagi, akhirnya ia berhenti dan melanjutkan kuliah pada bidang ekonomi di Universitas Islam Nusantara Bandung (1989).

Setamat kuliah, penulis berjuang, bekerja pada berbagai perusahaan nasional maupun internasional, PT Yeon Heung Megasari (Korea), PT Utama Sanggar Tekstil (Pakistan, India), dan PT Senawangi Freight Forwarding (Humpuss Group). Dari bekal pengalaman bekerja, akhirnya penulis bisa berwiraswasta, mendirikan PT Kumaitu Cargo, PT Penata Logistic dan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bisnis (LPPB) Sinergi Indonesia. Kemudian agar mengetahui perkembangan bisnis, penulis masuk menjadi anggota dari asosiasi, antara lain Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi), Wakil Ketua Umum Asosiasi Depo dan Pergudangan Indonesia (APDEPI), Ketua Bidang Organisasi, Asosiasi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan Indonesia (Asakindo). Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S2 Magister Manajemen pada Sekolah Tinggi Informatika dan Bisnis Indonesia, Ibii, Jakarta. Penulis pernah diundang oleh Kementerian Keuangan Jepang untuk mendiskusikan peran operator transportasi dan custom dalam kelancaran arus barang di Tokyo, Jepang, juga tentang permasalahan custom di Singapura dan Malaysia. Penulis sekarang berbagi keahlian praktisnya dengan menjadi dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti, Jakarta.

Recommended Books