Anak Sersan Jadi Panglima

Summary

“Segala kekurangan ekonomi merupakan ujian. Jika ingin sukses menjadi orang besar, harus lulus ujian kekurangan ekonomi dengan tabah.” Itulah nasihat sang ibu yang selalu melekat di hari Marsekal Hadi Tjahjanto dan menjadikannya tidak pernah berkecil hati. Kesederhanaan dan keprihatinan memang mengikuti perjalanan Hadi kecil hingga dewasa. Namun, lantunan doa dan untaian semangat dari sang ibu dan istri mengikutinya ke mana pun ia pergi.

Potret kehidupan Hadi yang berasal dari keluarga pas-pasan menjadi kisah yang luar biasa. Ia pernah menjadi caddy dan pembuat kue donat demi membantu orangtua membiayai sekolahnya dan adik-adiknya. Hadi dan Nanik Istumawati pun berhasil membangun mahligai rumah tangga melalui halangan yang tidak kecil. Ia juga pernah diremehkan, dipandang sebelah mata, dipingirkan, dan tidak pernah memegang peran strategis, bahkan pernah digosipkan sebagai penerbang yang gagal, namun Tuhan berkata lain. Setahap demi setahap kariernya mulai bersinar dan mencapai puncaknya ketika ia dilantik menjadi Panglima TNI Republik Indonesia.

Anak Sersan Menjadi Panglima adalah ungkapan kisah hidup Hadi Tjahjanto yang terangkai dari pertemanan sejak SMA, cerita teman-teman lama, serta kenangan orangtua dan saudaranya yang terangkum hangat. Waktu dan narasumber yang terbatas tidak menjadi batasan buku ini, tetapi justru menghadirkan sisi lain seorang sahabat, saudara, anak, dan pribadi yang tak pernah memberanikan diri berandai-andai menjadi panglima.

“Saya bekerja dengan Pak Hadi cukup lama. Kerja sama intensif terjadi pada saat beliau menjadi Sesmil, terutama pada saat kunjungan Presiden RI ke luar negeri. Mitra kerja yang enak diajak bekerja sama dan sangat hands-on serta problem solver. Di luar kedinasan, Pak Hadi ternyata juga seorang penyanyi yang oke sekali. All the best untuk tanggung jawab baru Pak Panglima.” —Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia

“Pak Hadi itu setia kawan dan pengertian kepada anak buahnya. Saya pernah mau sekolah, eh langsung dikirimi uang. Waktu itu dititipkan melalui teknisi di Deraya. Arloji ini akan saya pakai terus dengan bangga karena yang memberi sekarang sudah berpangkat bintang empat.” —Mayor (Purn.) Edi Kanton Mantan Perwira Teknisi Pesawat Lanud Abdurachman Saleh

“Pak Hadi yang berkumis tebal iniorangnya sangat ramah. Jika berada dalam acara formal, beliau jaga formalitas; kalau bukan di acara formal, beliau sangat cair. Beliau memiliki leadership dan pengalaman. Beliau sangat komplet sebagai panglima.” —Pramono Anung Menteri Sekretaris Kabinet

“Pak Hadi Tjahjanto tidak pernah risau ditugaskan di mana pun, di tempat strategis maupun tidak. Sejak masih menjadi Karbol AAU, Pak Hadi selalu menjalankan tugas dengan tuntas tanpa mengeluh, tanpa menghitung untung rugi dan besar-kecilnya nilai prestise.” —Marsekal Muda Kisenda Wiranata Kusuma Kepala Badan Intelijen Strategis
No. GM : 618222001
ISBN : 978-602-03-8096-4
Price : Rp 115.000
Total Pages : 216 Pages
Size : 14x21cm
Date Published : 12 Februari 2018
Book Format : Softcover
Category : Biography

    No reviews

Eddy Suprapto

Eddy Suprapto

N/A

Books by Eddy Suprapto

  • Anak Sersan Jadi Panglima
    Biography

    Anak Sersan Jadi Panglima

     
  • More +

Nobody commented

Related Books

Tak ada gabungan yang lebih menarik dari puisi dan fiksi.
Temukan buku lainnya yang tak kalah menarik.