Teori Kritis Sekolah Frankfurt

Author: Sindhunata

Summary

Buku Teori Kritis Sekolah Frankfurt memperkenalkan pemikiran filsuf Max Horkheimer dan Theodor W. Adorno dalam dua pokok pemikiran. Pertama, konsep tentang teori kritis. Kedua, kritik terhadap usaha manusia rasional yang terlihat macet dan gagal. Pada edisi baru ini, Sindhunata menambahkan tulisan tentang teori Sekolah Frankfurt yang digunakan untuk menyoroti beberapa gejala sosial di masa sekarang. Rasionalitas yang berbalik menjadi irasionalitas, dan pencerahan yang terjungkir menjadi mitos yang banyak kita temukan dalam realitas. Penulis memaparkan bagaimana berdasarkan teori kritis Horkheimer dan Adorno, kita dapat melihat dan mengkritisi gejala post-modernisme & post-truth, populisme, politik identitas, dan radikalisasi agama, yang merebak muncul akhir-akhir ini.

Buku yang terus dipergunakan sebagai pegangan untuk bidang pengajaran filsafat dan ilmu sosial ini memberi sumbangan pemikiran kritis bagi kalangan akademis dan intelektual. Dengan mempelajari teori kritis, kita akan terus digugat, agar tidak malas untuk berpikir, agar mau terus mengasah akal budi, untuk meraih dunia yang lebih baik daripada dunia sekarang ini.

Buku Sindhunata ini begitu memperkaya khazanah kepustakaan filsafat berbahasa Indonesia. Teori kritis dengan tokohnya Marx Horkheimer bukan sembarang filsafat. Teori itu yang paling mendalam menganalisa sistem masyarakat industri maju yang bayangannya terasa sampai ke Indonesia. Kekayaan, kedalaman, dan problematika salah satu aliran filsafat modern yang paling berpengaruh diutarakan secara tepat dan mendalam. Buku ini membuka kesempatan kita untuk berkenalan dengan suatu cara berpikir yang memberi cap kepada iklim intelektual di Barat. Prof. Dr. Franz Magnis Suseno
No. GM : 619202035
ISBN : 978-602-06-3011-3
Price : Rp 80.000
Total Pages : 302 Pages
Size : 14x21 cm
Date Published : 22 Juli 2019
Book Format : Softcover
Category : Philosophy

    No reviews

Sindhunata

Sindhunata

Dr. Gabriel Possenti Sindhunata, SJ, amat dikenal karena karya sastranya yang telah menjadi klasik, Anak Bajang Menggiring Angin. Penulis yang dilahirkan 12 Mei 1952 di Kota Batu, Jawa Timur ini juga amat dikenal karena features-nya tentang kemanusiaan dan kolomnya tentang sepak bola dunia di Harian Kompas, Jakarta. Sekarang ia adalah Penanggung Jawab/ Pemimpin Redaksi Majalah BASIS, Yogyakarta. Karier jurnalistiknya dimulai dengan bekerja sebagai wartawan Majalah Teruna, terbitan PN Balai Pustaka, Jakarta, 1974-1977. Mulai tahun 1977, ia menjadi wartawan di Harian Kompas, Jakarta.

Sindhunata tamat dari Seminarium Marianum, Lawang, Malang, tahun 1970. Tahun 1980, ia selesai dengan studi sarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Kemudian ia menyelesaikan studi teologi di Institut Filsafat Teologi Kentungan, Yogyakarta (1983). Ia melanjutkan studi doktoral filsafat di Hochschule f?r Philosophie, Philosophische Fakult?t SJ M?nchen, Jerman 1986-1992.

Ia telah menulis buku ilmiah: Dilema Usaha Manusia Rasional, Hoffen auf den Ratu Adil–Das eschatologische Motiv des ”Gerechten K?nigs” im Bauernprotest auf Java w?hrend des 19und zu Beginn des 20 Jahrhunderts (Menanti Ratu Adil–Motif Eskatologis dari Ratu Adil dalam Protes Petani di Jawa Abad ke-19 dan awal Abad ke-20), Sakitnya Melahirkan Demokrasi (1999), dan Kambing Hitam, Teori Ren? Girard (2006). Telah terbit juga buku-buku features-nya: Cikar Bobrok dan Bayang-bayang Ratu Adil. Sindhunata juga menulis buku dalam bahasa Jawa: Aburing Kupu-Kupu Kuning, Ndh?r?k Sang D?wi ing ?r?ng-?r?nging Redi Merapi, Sumur Kitiran Kencana, dan Nggayuh Gesang Tentrem. Ia juga menjadi pengisi rubrik bahasa Jawa ”Blencong” di Harian Suara Merdeka, Semarang.

Selain Anak Bajang Menggiring Angin, beberapa karya sastranya adalah: Air Penghidupan, Semar Mencari Raga, Mata Air Bulan, Tak Enteni Keplokmu, Tanpa Bunga dan Telegram Duka. Kumpulan puisinya telah diterbitkan dalam buku Air Kata Kata (2003). Penulis rubrik ”Tanda Tanda Zaman” di Majalah BASIS ini juga telah menerbitkan buku tentang ilmu tertawa yang berangkat dari dagelan ludruk, Ilmu Ngglethek Prabu Minohek (2004) dan buku tentang filsafat slebor becak yang berjudul Waton Urip (2005). Telah terbit trilogi catatan sepak bolanya: Air Mata Bola, Bola di Balik Bulan, dan Bola-Bola Nasib (2002). Tahun 2006, features-features-nya yang dipilih dari Harian Kompas diterbitkan serentak dalam lima buku: Dari Pulau Buru ke Venezia, Segelas Beras Untuk Berdua, Ekonomi Kerbau Bingung, Petruk Jadi Guru, dan Burung-burung di Bundaran HI. Tahun 2007, penulis meluncurkan Putri Cina. Di samping menulis buku, ia menjadi editor beberapa buku ilmiah dan buku features.

Books by Sindhunata

  • Mata Air Bulan
    Poetry

    Mata Air Bulan

     
  • Air Kata Kata
    Poetry

    Air Kata Kata

     
  • More +

Nobody commented

Related Books

Tak ada gabungan yang lebih menarik dari puisi dan fiksi.
Temukan buku lainnya yang tak kalah menarik.