Segurat Bianglala di Pantai Senggigi

Segurat Bianglala di Pantai Senggigi

Author: Mira W.

Category: Nonfiction

\"Pacarnya banyak?\"
\"Dari Sabang sampai Merauke!\"
\"Semuanya nggak tahan lama?\"
\"Tahan sembilan bulan sepuluh hari aja, pasti udah masuk Guinness Book of Records!\"
\"Dia nggak pernah serius pacaran?\"
\"Kalau Asri bisa serius, rasanya kita nggak perlu lagi PBB! Mendingan tu gedung megah diubah aja fungsinya jadi tempat seminar! Di Jakarta kan sekarang cari tempat seminar aja susah! Cari kutu aja diseminarin sih!\"

Asri, Lestai, dan Lindung, jebolan SMA di Jakarta yang tergabung dalam trio ALL. Di Pantai Senggigi yang indah dan di Gunung Rinjani yang misterius, trio yang punya motto One for All and All for One ini bertualang memuaskan jiwa remaja mereka.

Asri yang tak pernah serius pacaran, bertemu seorang pemuda Sasak yang gagah, pemandu pendakian Rinjani dari desa Seranu. Sementara Lestari yang alim, terlibat cinta segitiga dengan seorang pemuda Jerman dan pacarnya yang tiba-tiba menyusul ke Lombok.

Suasana tambah kisruh dengan munculnya ayah Asri dan saudara kembarnya...

No. GM :
0
ISBN :
979-655-227-2
Price :
Rp 33,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 1999
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.