Seruni Berkubang Duka

Seruni Berkubang Duka

Author: Mira W.

Category: Nonfiction

Kereta gunung itu sudah meluncur dengan cepatnya, sehingga dari atas bukit hanya tampak seperti seekor ulat merah yang sedang melata di atas sebuah permadani hijau. Sementara tubuh Parlin masih separuh menggelantung di udara, separuh lagi melekat di bibir pintu, Irfan sedang bekerja keras menguasai kereta.

Tikungan-tikungan tajam dari jalan yang menurun curam sampai kemiringan 60 derajat menghadang di depan mereka. Dan jurang berdinding batu karang yang terjang menganga menantikan mangsanya dengan sabar di bawah sana...

Panorama Swiss yang begitu permai, padang rumput yang terhampar luas bagai permadani hijau yang menyelimuti bukit-bukit di kejauhan, rumah-rumah tradisional dari kayu dengan bunga-bunga merah semarak di jendelanya, dan danau luas membiru bagai kaca yang dikelilingi pegunungan Alpen dengan salju abadi di puncaknya, tiba-tiba berubah menjadi kubangan duka...

Mengapa dirinya selama berarti malapetaka bagi setiap pria yang mencintainya?

No. GM :
0
ISBN :
979-686-036-8
Price :
Rp 27,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 1996
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.