Bekisar Merah

Bekisar Merah

Author: Ahmad Tohari

Category: Nonfiction

BERKISAR, unggas elok hasil kawin silang antara ayam hitan dan ayam biasa sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi yang berayah bekas serdadu Jepang; kulitnya yang putih dan matanya yang khas membawa dirinya menjadi bekisar untuk hiasan sebuah gedung dan kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta. Lahir dalam keluarga petani gula kelapa sebuah desa di pedalaman, Lasi terbawa arus sejarah hidupnya sendiri dan berlabuh dalam kemewahan kota yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Lasi mencoba menikmati kemewahan itu dan rela membayarnya dengan kesetiaan penuh pada Pak Han, seorang suami tua yang sudah lemah. Namun Lasi gagap ketika menemukan nilai perkawinannya dengan Pak Han hanya sebuah keisengan, main-main. Longgar, dan di mata Lasi sangat ganjil. Dalam kegelapan itu Lasi bertemu dengan Kanjat, teman sepermainan yang sudah jadi lelaki matang. Lasi ingin Kanjat menolongnya seperti dulu ketika keduanya masih sama-sama bocah. Lasi ingin Kanjat membebaskan dirinya dari kurungan bekisar di rumah Pak Han. Tetapi Kanjat sibuk sendiri dengan kegiatan kemasyarakatan dalam upaya memperbaiki kehidupan para petani gula kelapa. Maka Lasi harus bisa memutuskan sendiri: tetap menjadi bekisar dalam kurungan kehidupan kota yang makmur tetapi ganjil atau terbang untuk membangun kembali dunianya sendiri yang sudah lantak. Pada titik ini Lasi merasa berdiri di simpang jalan yang sangat membingungkan.

No. GM :
0
ISBN :
979-511-766-1
Price :
Rp 27,500
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 1993
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Ahmad Tohari

Ahmad Tohari dilahirkan di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, pada tanggal 13 Juni 1948. pendidikan formalnya hanya sampai SMTA di SMAN II, Purwokerto. Namun demikian, beberapa fakultas seperti fakultas ekonomi, sospol, dan kedokteran pernah dijelajahinya. Semuanya tak ada yang ditekuninya.

Selain trilogi: Ronggeng Dukuh Paruk−Lintang Kemukus Dini Hari−Jantera Bianglala, Gramedia Pustaka Utama juga menerbitkan kumpulan cerpennya, yang berjudul Senyum Karyamin. Triloginya tersebut sudah terbit dalam edisi bahasa Jepang. Edisi bahasa Jerman dan Belanda sedang disiapkan penerbitannya.

Ahmad Tohari tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya. Maka warna hampir semua karyanya adalah lapisan bawah dengan latar alam. Dia memiliki kesadaran dan wawasan alam yang begitu jelas terlihat pada tulisan-tulisannya.

Dia pernah bekerja di BNI 1946 sebagai tenaga honorer yang mengurusi majalah perbankan (1966-1967), majalah Keluarga (1978-1981), dan menjabat sebagai dewan redaksi majalah Amanah (Agustus 1986-Maret 1993). Pada tahun 1990 Ahmad Tohari mengikuti International Writing Program di Amerika selama tiga bulan.