Di Ujung Jalan Sunyi

Di Ujung Jalan Sunyi

Author: Mira W.

Category: Nonfiction

Ketika diceraikan suaminya, Adel didera perasaan rendah diri. Umurnya sudah empat puluh empat. Sudah hampir mati haid. Dia merasa sudah tua, dan tidak menarik lagi. Dan suaminya, yang memang lebih muda darinya, memilih seorang wanita yang lebih pintar, lebih cantik, lebih muda, lebih agresif. Dalam keadaan depresi muncul seorang laki-laki yang menaruh perhatian kepadanya. laki-laki yang membangkitkan kembali harga dirinya yang runtuh. Laki-laki yang membuatnya sadar bahwa wanita tetap bisa tampil menarik walaupun usianya sudah kepala empat... Mengisahkan seorang janda beranak dua di ambang menopause. Dalam kesepian dan kekecewaan dia dihadapkan pada dua pilihan. Menerima kembali bekas suaminya yang ingin rujuk. Atau menerima lamaran psikiaternya yang sudah banyak membantunya... Tetapi yang terjadi kemudian benar-benar di luar dugaan siapa pun...

No. GM :
0
ISBN :
979-655-213-2
Price :
Rp 33,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 1999
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.