Jangan Renggut Matahariku

Jangan Renggut Matahariku

Author: Mira W.

Category: Nonfiction

Lima tahun Prasetya kehilangan ingatannya akibat kecelakaan dalam sebuah kapal pesiar di tengah laut. Ternyata bukan hanya memorinya saja yang hilang. Sifat-sifatnya pun berubah total sehingga dia dibenci oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk istrinya sendiri. Hanya dua orang wanita yang tidak pernah membencinya. Seorang gadis remaja yang cantik dan lugu, wanita pertama yang sungguh-sungguh dicintainya. Dan seorang wanita berpenampilan sederhana yang tidak pernah masuk hitungan buat seorang pria sekelas Prasetya. Wanita yang menjadi matahari hidupnya, memberinya secercah cahaya ketika dia berada dalam kegelapan... \"Seharusnya saya melakukannya lima tahun yang lalu\", gumam Prasetya penuh penyesalan. Tapi penyesalan memang selalu datang terlambat. Karena istrinya sudah keburu berselingkuh dengan pria lain. Pria yang sudah siap untuk menyingkirkannya... Dan sekarang sudah terlambat untuk mencegahnya!

No. GM :
0
ISBN :
979-22-0015-0
Price :
Rp 36,500
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 2002
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.