Perempuan Kedua

Perempuan Kedua

Author: Mira W.

Category: Nonfiction

Bermula dari sebuah judul di harian Ibukota yang mengusik naluri kewartawanannya, Novianti menelurusi kisah ini dari awalnya, ketika Dr. Yanuar Prasetyo masih mengemudikan bahtera kehidupannya yang tenang tapi menjemukan bersama istrinya yang setia dan tidak pernah menuntut apa-apa. Begitu percayanya Rani pada suaminya sehingga Yanuar tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dicemburui istri. Sebaliknya, demikian setianya Yanuar sampai-sampai dia merasa tersisih ketika semua temannya membicarakan penyelewengan mereka sementara dia tidak punya pengalaman apa-apa. Sampai suatu hari \"Perempuan Kedua\" itu muncul di kamar prakteknya. Cantik. Anggun. Matang. Tak bercela. Kecuali... dia simpanan seseorang yang mampu melakukan apa saja, termasuk menjungkirbalikkan seisi bahtera kehidupan Yanuar... Dan teror pun datang melanda... perceraiaa... penculikan... pembunuhan...

No. GM :
0
ISBN :
979-655-163-2
Price :
Rp 42,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 1998
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.