Seandainya Aku Boleh Memilih

Seandainya Aku Boleh Memilih

Author: Mira W.

Category: Nonfiction

\"Bandi bukan mainan yang cocok untukmu. Aku tahu sekali cewek macam apa kamu ini. Kamu bertukar pacar seperti ganti baju!\". \"Jangan samakan aku dengan cewek-cewekmu atau tante-tantemu! Barangkali cinta Cuma bahan lelucon di kepala buaya darat macam kamu. Tapi aku betul-betul mencintai Bandi!\" \"Untuk berapa lama? Sampai kamu bosan bolak balik mengantarnya ke dokter? Aku tahu sekali apa yang dicari perempuan seperti engkau! Dan percaya padaku, Bandi tidak dapat memberikannya\". \"Jadi cuma kamu yang dapat memberikan apa yang kuinginkan? Maaf, Bung! Aku sudah bosan bergaul dengan lelaki brengsek macam kamu\". Seorang gadis binal bertemu dengan seorang pemuda berandal. Mereka sama-sama mengasihi Bandi. Dengan caranya masing-masing mereka berusaha untuk membahagiaakan dia. Kemelut timbul ketika dari padang kebencian tumbuh setitik benih cinta. Dan tambah rumit tatkala muncul perempuan yang kedua. Perempuan yang tidak mampu membela dirinya sendiri, tetapi sanggup menjebloskan seorang laki-laki ke dalam penjara.

No. GM :
0
ISBN :
979-655-225-6
Price :
Rp 38,500
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
01 January 1999
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.