Dokter, Pelukis, dan si Cowok Plin-Plan

Dokter, Pelukis, dan si Cowok Plin-Plan

Author: Ken Terate

Category: TeenLit

Salah Satu Kesalahan yang Selalu Terjadi Waktu Kita Ketemu Cowok Keren

Tidak memikirkan baik-baik setiap kata yang kamu ucapkan. Kamu berkata, \"Kamu tahu, Mama mendorong-dorongku untuk jadi dokter, padahal, sumpah, jadi dokter hal paling konyol yang pernah kubayangkan. Mereka orang sok penting, kan? Mentang-mentang orang-orang menganggap mereka penyelamat nyawa. Mereka gede kepala dan merecoki pikiran anak-anak bahwa profesi dokter profesi paling bergengsi.\" Saat mengatakan itu, kamu tahu sudah melakukan kesalahan terbesar karena muka si cowok ganteng itu jadi aneh dan berkerut. \"Ayahku dokter gigi, dan aku kuliah di fakultas kedokteran.\" Nah!


Aku, Imelda Putri, cewek kelas 2 SMA, bete banget ketika mama-papaku memaksaku untuk les tiga kali seminggu supaya besok (besooook masih lamaaa sekali) aku bisa masuk fakultas kedokteran. Siapa sih yang ingin jadi dokter? Aku suka melukis dan cita-citaku, tentu saja, jadi pelukis.

Cuma, waktu aku ketemu Alec, cowok superkeren, mahasiswa fakultas kedokteran yang membuatku tergila-gila rata dengan tanah, kupikir ya... jadi dokter nggak buruk-buruk amat. Apalagi sobatku sendiri---yang kata cewek-cewek di sekolah termasuk cowok keren, tapi menurutku sendiri sikapnya plin-plan banget---bilang aku nggak bakat-bakat amat jadi pelukis. Duh, jadi bingung!

No. GM :
0
ISBN :
979-22-1514-X
Price :
Rp 33,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
03 August 2005
Format :
Softcover
Category :
TeenLit
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Ken Terate

just call ken. Aku tinggal di Jogjakarta (sejak lahir belum pernah pindah!). Aku lulusan Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Hobi utamaku tentu saja: nulis. Aku sudah gemar nulis sejak SMP. Nggak pernah aku absen ikut klub jurnalistik waktu SMP dan SMA. Aku paling suka nulis cerpen, sampai-sampai pas ujian matematika di SMA aku malah nulis cerpen di lembar soalnya (maklum, aku stres berat kalo ngadepin angka, jadi lebih baik nulis cerpen, kan?). Dulu aku sering nulis cerpen untuk buletin SMA-ku.

Aku pernah bekerja sebagai instruktur bahasa Ingris di sebuah lembaga kursus, juga sebagai penerjemah. I really enjoy my job. Di antara kesibukkanku, aku selalu nyempetin nulis cerpen sebelum atau sepulang kerja. Ini novel pertamaku. Temanya kudapetin setelah membongkar memoriku waktu aku masih teenager. Semoga kamu suka! O iya, kalau kamu penasaran dan pengin tahu lebih banyak tentangku, email aja ke nikenjogya@yahoo.com