Obsesi Sang Narsis

Obsesi Sang Narsis

Author: Mira W.

Category: Humor

\"Saya masih mencintai Perinia, Bu,\" sahut Aditya jujur. \"Walaupun dia tidak berada di ranjang saya, dia selalu berada di pikiran saya.\"
\"Kau pasti sudah sinting!\" dengus ayahnya geram.
\"Mungkin dia diguna-guna!\"sambung Sriningsih muak.
\"Bukan,\" tukas Hadijaya dingin. \"Dia sakit. Perempuan itu sudah menjadi obsesinya.\"

Setelah sepuluh tahun menikah, Perinia menuntut perceraian. Dia tidak tahan lagi menjadi istri yang sangat dikekang suaminya. Ternyata impiannya meraih kebebasan bukan impian yang indah. Karena yang dihadapinya bukan hanya suaminya. Tapi juga keluarganya yang sakit.
Satu per satu korban berjatuhan. Tak ada yang dapat dijerat hukum. Sampai suatu hari, tali itu menjerat leher mereka sendiri...

Dan Perinia sadar, kuntum cinta itu ternyata berada di balik semak berduri. Kuntum yang baru dapat diraihnya setelah onak duri melukai tubuhnya.

No. GM :
0
ISBN :
979-22-2554-4
Price :
Rp 41,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
02 January 2007
Format :
Softcover
Category :
Humor
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.