TeenLit: Kintaholic

TeenLit: Kintaholic

Author: Primadonna Angela

Category: TeenLit

Impian Yanik Prativi--sahabat Lietha Arindina di Belanglicious--akhirnya tercapai juga. Dia jadi pemeran movie bersama Nishio Kintaro, yang saking populernya di seluruh dunia, memiliki banyak Kintaholic--para fans yang mengidolakannya sampai nyaris melampaui batas kewarasan!

Hidup Yanik langsung diwarnai berbagai pengalaman seru. Mulai dari usahanya untuk menghitamkan kulit, frustrasi mencari tempat curhat mengenai perasaannya pada Kinta, jalan-jalan di Disneyland, nyasar dan diganggu para berandalan.... Belum lagi mesti menghadapi manajer Kinta yang rese, mantan pacar Kinta yang kembali dalam kehidupan Kinta, fans Kinta yang menyebalkan, hingga Lietha yang membenci para Kintaholic... .

Nah lho, gimana dong?! Mana bisa Yanik mengaku pada Lietha bahwa dia adalah salah satu Kintaholic?



\"Gaya penulisan yang mengalir lancar hingga membuat saya nggak mau berhenti membaca, penggambaran suasana Jepang yang begitu jelas dengan hiruk-pikuk dan kebudayaannya, serta penyelaman pribadi Yanik yang begitu kepingin berkulit gelap, semua itu membuktikan kualitas karya seorang Primadonna Angela.\"

Kori Suryani Hardi, Programmer, Penulis dan Ibu Rumah Tangga, Lippo Karawaci, Indonesia

No. GM :
0
ISBN :
979-22-3205-2
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
02 October 2007
Format :
Softcover
Category :
TeenLit
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Primadonna Angela

Primadonna Angela adalah salah satu penulis fiksi GPU yang superproduktif. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah novel pertamanya (Juli 2005), ia sudah menerbitkan total dua belas buku fiksi dan satu nonfiksi. Berarti rata-rata empat buku per tahun! Apa kunci penulis yang akrab dipanggil Donna ini?



"Bagi saya, menulis sama alaminya dengan bernapas," ujarnya. "Saya senang membaca dan sudah terbiasa membaca dari kecil. Jadi, saya tidak butuh waktu lama untuk berimajinasi. Sisanya tinggal niat dan konsistensi menulis."



Lahir tanggal 7 Oktober di Rumbai 32 tahun yang lalu, ia banyak ditanya mengapa di usianya sekarang masih senang menulis untuk remaja. Sebagai gambaran, dari dua belas judul fiksinya, sembilan di antaranya bergenre remaja. Apakah karena ia menyenangi pergaulan masa remajanya dulu?



"Oh, justru kebalikannya," jawab Donna. "Saat remaja, saya bukanlah anak gaul, cantik, apalagi trendi. Kalau ada masalah, saya melarikan diri dengan membaca berbagai buku yang sekarang dilabeli TeenLit. Dari sana, saya banyak belajar mengenai kehidupan, cinta, cita-cita, dan tentu saja, harapan. Kini saya telah melewati masa itu, dan meraih berbagai impian saya. Giliran saya untuk berbagi. Saya ingin menulis aneka cerita yang dapat menginspirasi dan menggugah para remaja menggali potensi diri masing-masing."



"Menginspirasi" memang merupakan ciri khas buku-buku Donna. Karena itu, dua novelnya bahkan sempat menjadi topik tugas akhir pembacanya. Buku nonfiksi pertamanya, Meramal Yuuuk! terbit pada bulan Oktober 2008. Ciri khas menginspirasi masih terlihat dalam buku ini. Dalam Meramal Yuuuk!, Donna berbagi bahwa meramal tidak harus lekat dengan sesuatu yang gaib atau mistis. Buku tersebut membahas bagaimana meramal justru bisa menjadi aktivitas pribadi yang kontemplatif sekaligus aktivitas bersama yang menyenangkan.



Selain menulis, dia juga menjadi editor, penerjemah, copywriter. Tak hanya itu, penulis multitalenta ini juga berbisnis aneka perhiasan dari manik-manik di http://rumahpernik.multiply.com.



Donna menikah dengan Isman H. Suryaman yang, antara lain, juga seorang penulis. Mereka membuktikan bahwa pepatah dua penulis tidak dapat hidup bersama dalam satu atap itu keliru. Bersama-sama, mereka sudah menerbitkan kumpulan cerita sangat pendek berjudul Jangan Berkedip!, sempat menjadi penulis skenario utama untuk acara sketsa komedi suatu stasiun TV swasta, dan aktif menilik serta mengoordinasi penerbitan naskah sebagai editor pemerolehan (acquiring editor). Mereka juga sering menjadi pembicara tandem dalam lokakarya atau talkshow berkaitan penulisan kreatif, antara lain di Kompas-Gramedia Fair.



Setelah dikaruniai sepasang anak, ia merasa bahwa menulis dan melakukan pekerjaan rumah tangga adalah dua hal yang "mewah". Karena itulah, dia bisa jadi lebih menghargai keduanya.



Donna bisa dihubungi di belanglicious@gmail.com atau vervain.blogspot.com