Meramal Yuuuk!

Meramal Yuuuk!

Author: Primadonna Angela

Category: Psychology

\"Meramal kan sulit. Mesti pake Tarot yang mahal, baca rajah tangan, atau repot-repot bawa bola kristal. Terus, mesti punya indera keenam!\"

Eit, kata siapa? Siapa pun bisa meramal. Ribet dapat alatnya? Pakai saja benda sehari-hari: kartu remi, kalung, boneka, batu, sampai sendok es krim. Bahkan pakai es krimnya (atau makanan lain) pun bisa. Penasaran? Baca saja buku ini. Kamu bakalan bisa meramal untuk bersenang-senang. Baik sendiri maupun bersama teman. Selamat mencoba dan bergembira! Berikut sekilas isinya.

PENDULUM
Memilih dan Memprogram Pendulum
Mengetahui di Umur Berapa Kamu/Sahabatmu Menikah
Mencari Benda yang Hilang (Dalam Rumah)
KARTU
Padanan Simbol Tarot dengan Kartu Remi
Panduan Praktis Makna Kartu
Malas Pakai Kartu Remi? Buat Saja Kartu Sendiri!
KOIN
Asyiknya Meramal dengan Koin
Bingung dalam Tiga Pilihan?
Masa Depanku, Bagaimana?
BATU
Beberapa Batu yang Bisa Digunakan
Persiapan Sebelum Meramal Menggunakan Batu
Kehidupan dan Masa Depan
DADU
Mari Meramal Menggunakan Dadu!
Hari Ini: Apa yang Akan Terjadi?
STIK ES KRIM
Sebelum Meramal
Caranya Bagaimana?
MAJALAH DAN KORAN
Bagaimana Caranya?
MAKANAN
Berbagi Resep Penganan untuk Ramalan
Berbagai Ide untuk Meramal dengan Makanan
BALON
Tip Meramal Menggunakan Balon
DART
Kalau Ingin Meramal Menggunakan Dart

No. GM :
0
ISBN :
9789792240474
Price :
Rp 25,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13,5 x 17
Published :
16 October 2008
Format :
Softcover
Category :
Psychology
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Primadonna Angela

Primadonna Angela adalah salah satu penulis fiksi GPU yang superproduktif. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah novel pertamanya (Juli 2005), ia sudah menerbitkan total dua belas buku fiksi dan satu nonfiksi. Berarti rata-rata empat buku per tahun! Apa kunci penulis yang akrab dipanggil Donna ini?



"Bagi saya, menulis sama alaminya dengan bernapas," ujarnya. "Saya senang membaca dan sudah terbiasa membaca dari kecil. Jadi, saya tidak butuh waktu lama untuk berimajinasi. Sisanya tinggal niat dan konsistensi menulis."



Lahir tanggal 7 Oktober di Rumbai 32 tahun yang lalu, ia banyak ditanya mengapa di usianya sekarang masih senang menulis untuk remaja. Sebagai gambaran, dari dua belas judul fiksinya, sembilan di antaranya bergenre remaja. Apakah karena ia menyenangi pergaulan masa remajanya dulu?



"Oh, justru kebalikannya," jawab Donna. "Saat remaja, saya bukanlah anak gaul, cantik, apalagi trendi. Kalau ada masalah, saya melarikan diri dengan membaca berbagai buku yang sekarang dilabeli TeenLit. Dari sana, saya banyak belajar mengenai kehidupan, cinta, cita-cita, dan tentu saja, harapan. Kini saya telah melewati masa itu, dan meraih berbagai impian saya. Giliran saya untuk berbagi. Saya ingin menulis aneka cerita yang dapat menginspirasi dan menggugah para remaja menggali potensi diri masing-masing."



"Menginspirasi" memang merupakan ciri khas buku-buku Donna. Karena itu, dua novelnya bahkan sempat menjadi topik tugas akhir pembacanya. Buku nonfiksi pertamanya, Meramal Yuuuk! terbit pada bulan Oktober 2008. Ciri khas menginspirasi masih terlihat dalam buku ini. Dalam Meramal Yuuuk!, Donna berbagi bahwa meramal tidak harus lekat dengan sesuatu yang gaib atau mistis. Buku tersebut membahas bagaimana meramal justru bisa menjadi aktivitas pribadi yang kontemplatif sekaligus aktivitas bersama yang menyenangkan.



Selain menulis, dia juga menjadi editor, penerjemah, copywriter. Tak hanya itu, penulis multitalenta ini juga berbisnis aneka perhiasan dari manik-manik di http://rumahpernik.multiply.com.



Donna menikah dengan Isman H. Suryaman yang, antara lain, juga seorang penulis. Mereka membuktikan bahwa pepatah dua penulis tidak dapat hidup bersama dalam satu atap itu keliru. Bersama-sama, mereka sudah menerbitkan kumpulan cerita sangat pendek berjudul Jangan Berkedip!, sempat menjadi penulis skenario utama untuk acara sketsa komedi suatu stasiun TV swasta, dan aktif menilik serta mengoordinasi penerbitan naskah sebagai editor pemerolehan (acquiring editor). Mereka juga sering menjadi pembicara tandem dalam lokakarya atau talkshow berkaitan penulisan kreatif, antara lain di Kompas-Gramedia Fair.



Setelah dikaruniai sepasang anak, ia merasa bahwa menulis dan melakukan pekerjaan rumah tangga adalah dua hal yang "mewah". Karena itulah, dia bisa jadi lebih menghargai keduanya.



Donna bisa dihubungi di belanglicious@gmail.com atau vervain.blogspot.com