Sampai Maut Memisahkan Kita

Sampai Maut Memisahkan Kita

Author: Mira W.

Category: Humor

\"Banyak lelaki yang menginginkan tubuhku. Dari yang banyak itu, hanya sedikit yang ingin mengawiniku. Dari yang sedikit itu, hanya beberapa yang sungguh-sungguh mencintaiku. Dan dari yang beberapa itu, tidak ada yang menghargai diriku. Karena itu aku harus menghargai diriku sendiri.\"

\"Dan itukah hargamu sekarang?\" sergah Febrian gusar sambil menunjuk lembaran-lembaran uang di atas meja. \"Mengapa tidak kamu ambil untuk menghargai dirimu?\"

\"Karena aku tidak menerima uang dari orang yang lebih tidak berharga lagi dari diriku. Anggaplah pelayananku malam ini sebagai tip untukmu!\"

Mula-mula Febrian hanya membutuhkan perempuan itu sebagai alat untuk menyembuhkan impotensianya.

Ketika kemudian ternyata nilai perempuan itu lebih dari hanya sekadar obat dan hiburan, dia terperosok ke dalam dilema yang rumit....

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-4946-0
Price :
Rp 35,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
10 September 2009
Format :
Softcover
Category :
Humor
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.