Novel Tuhan Jangan Pisahkan Kami karya Damien Dematra ini terinspirasi dari kisah nyata Odapus (orang dengan penyakit Lupus). Perjuangan tokohnya dalam menerima cobaan dan menolak dilemahkan oleh penyakit dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang berharga bagi kita semua.
Kehidupan Prasasti berjalan baik-baik saja. Sampai pada suatu hari tubuhnya tiba-tiba menjadi lemah dan ngilu di seluruh persendian. Di saat yang sama, hadirlah Zahir, pemuda tampan, kaya raya, pujaan wanita, dan suka bicara blak-blakan. Perjumpaan mereka dalam sebuah kelas melukis berlanjut ke pertemuan-pertemuan lain yang menambah kompleks permasalahan. Prasasti telah memiliki Salman, namun Zahirlah yang sebenarnya berhasil mencuri hatinya.
Sementara itu sakit yang terus menggerogoti tubuh Prasasti membuat rambutnya sedikit demi sedikit rontok, kulitnya berbercak kemerahan dan ia pun sering mendadak pingsan. Kecantikannya perlahan terkikis, namun ternyata Zahir tak mempedulikan hal itu. Dalam sebuah pemeriksaan, Dokter memberi tahu Prasasti bahwa ia mengidap Lupus. Di tengah labilnya diri Sasti, Salman yang mencintainya ternyata mesti pergi meninggalkannya. Cobaan demi cobaan pun membawa Prasasti semakin dekat dengan Zahir. Namun mampukah Zahir menerima Prasasti yang tengah sakit, sementara tuntutan keluarga memaksa Zahir untuk bersama gadis kaya pilihan orang tua?
Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis skenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 81 novel dan buku dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 62 skenario film dan serial televisi, dan memproduksi 32 film dalam berbagai genre, di antaranya adalah film Obama Anak Menteng yang telah beredar secara internasional, dan film Si Anak Kampoeng yang telah meraih banyak penghargaan international, film Dream Obama yang telah memecahkan rekor dunia, dan film L4 Lupus.
Sebagai fotografer, ia memperoleh dua gelar tertinggi fotografi:fellowship di bidang Portraiture dan Art Photography dari Master Photographer Association, dan berbagai penghargaan internasional, di antaranya International Master Photographer of the Year.
Sebagai pelukis, Damien Dematra telah menghasilkan ribuan karya lukis dan sketsa, di antaranya 365 lukisan yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun. Salah satu lukisannya tentang Obama, telah diterima secara resmi oleh Presiden Barack Obama di White House.
Profil dan karya-karyanya telah diangkat oleh berbagai media internasional, di antaranya Time, CNN,The Wall Street Journal, BBC, AP, AFP, Reuters,USA Today, ABC, New York Times, Washington Post, Los Angeles Times, Channel News Asia, Al Jazeera TV, NHK Japan, KBS Korea, TV3 Malaysia, Iran TV dan lain-lain.
Damien saat ini memegang 9 rekor dunia: sebagai penulis tercepat di dunia, penulis novel yang diterbitkan tercepat di dunia, fotografer tercepat di dunia, pelukis tercepat di dunia, penulis buku tertebal di dunia, pembuat film tercepat di dunia dari skenario sampai premier dalam 9 hari 17 jam dan 45 menit, dll.
Damien Dematra aktif sebagai Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) yang website-nya dapat dilihat di www.gerakanpedulipluralisme.com. Ia juga adalah Ketua Gerakan Nasional Menulis (GNM) yang website-nya dapat dilihat di www.gerakannasionalmenulis.com.
Sebagian karya-karyanya dapat dilihat di: www.damiendematra.com, Facebook: Damien Dematra, dan Twitter: @damiendematra.
Buku-buku dan novel karya Damien Dematra yang telah diterbitkan di Indonesia di antaranya adalah Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris?, Ramadhan untuk Sakinah, L4 Lupus, Surat untuk Tuhan, Mahaguru, Menulis Itu Gampang, Kopiah Gus Dur, Obama & Pluralism, Dear President Obama, Messages to President Obama, Bulan di Atas Ka’bah, Obama & Me, Kata Mereka Aku Kafir, Mama Aku Harus Pergi, New York, Selusin Ramadhan Setahun, Kau Bakar Aku Bakar, Yogyakarta, Obama dari Asisi, Ketika Aku Menyentuh Awan, Obama Anak Menteng, Si Anak Kampoeng, sebuah novel yang diangkat berdasarkan kisah nyata Buya Syafii Maarif, Sejuta Doa untuk Gus Dur, Sejuta Hati untuk Gus Dur, Ternyata Aku Sudah Islam, novel yang terinspirasi kisah nyata grup musik Debu, Demi Allah, Aku Jadi Teroris; Tuhan, Jangan Pisahkan Kami; Soulmate—Belahan Jiwa, Angels of Death—Kumpulan Kisah Malaikat Maut, If Only I Could Hear—Kisah Suara Hati.
Karya-karya Damien Dematra dalam bahasa Inggris terbitan publisher Amerika Serikat dapat diakses di Amazon, Kindle, Apple apps, dan berbagai toko buku internasional.