Arsitektur yang Lain

Arsitektur yang Lain

Author: Avianti Armand

Category: Art, Architecture, & Photography

“Umum diketahui arsitektur tak berhenti pada sebuah bangunan. Ia bukan saja hasil ide, kreativitas, dan keterampilan; ia juga langsung berhubungan dengan kekuasaan: selera dan gaya hidup sang patron, corak “keindahan” dan “kenyamanan” yang dominan, hubungan sosial-politik antara ruang sosial dan ruang privat. Membicarakan arsitektur yang tak hanya tentang bangunan itu yang saya lihat diusahakan Avianti Armand dalam buku ini. Di dalamnya kita diperkenalkan bukan saja dengan pemikiran arsitektur (yang menyebabkan arsitek tak cukup hanya mendesain), tapi juga dengan masalah-masalah yang membuat kita mengamati sesuatu yang lain di balik, di atas, dan di sekitar karya yang umumnya hanya tampak sebagai konstruksi yang bagus dan sesuai itu.”
--Goenawan Mohamad

“Avianti membaca gejala kehadiran arsitektur melalui hati. Di dalamnya, sanubari mendahului rasa. Dengan demikian tanda tak lagi ada batas penafsiran. Kita mungkin sulit mencari awal dan masih akan menanti akhir kisah karena semuanya memang penggalan. Ada dan tiada hanya menurunkan antara dan senantiasa bergerak, menyentuh berbagai segi kehidupan manusia yang tampil dengan segenap bungkusan kata dan laku. Waktu dan ruang saling berlipat dalam tuturan; dan untuk membuka lipatan, Anda perlu berhati-nurani.”
--Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, M. Arch., Ph.D., Guru Besar Arsitektur Tetap Universitas Indonesia

“Kita makin yakin, hal-hal arsitektur tidak pernah membosankan diulang-ulang, terutama ketika dihubungkan dengan segala hal lain seolah secara acak oleh Avianti Armand.”
--Marco Kusumawijaya, Director, Rujak Center for Urban Studies

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-7121-8
Price :
Rp 68,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 19
Published :
21 July 2011
Format :
Softcover
Category :
Art, Architecture, & Photography
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Avianti Armand

Avianti Armand bekerja sebagai arsitek sejak tahun 1992. Desain rumah tinggalnya, Rumah Kampung, memenangkan Penghargaan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) tahun 2008. Sejak tahun 2008, ia aktif menulis fiksi, puisi, dan artikel-artikel mengenai arsitektur. Kumpulan cerita pendeknya yang pertama terbit tahun 2009 dengan judul ”Negeri Para Peri”. Satu cerita dari buku tersebut, ”Pada Suatu Hari Ada Ibu dan Radian”, memenangkan penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2009.

Kumpulan puisinya yang berlatar belakang Kitab Suci Perjanjian Lama, berjudul Perempuan yang Dihapus Namanya, terbit November 2010. Arsitektur yang Lain adalah kumpulan esainya mengenai arsitektur. Sebagian besar pernah dipublikasikan di majalah U Mag.