TeenLit: Belanglicious

TeenLit: Belanglicious

Author: Primadonna Angela

Category: TeenLit

Cukup panggil dia “Belang”, dan dia akan mencak-mencak karena merasa dilecehkan. Lietha sang atlet renang sensitif banget memang, dengan keadaan kulitnya yang gelap itu. Mengutip kata Aldi, senior Lietha di SMA, “Bukannya kayak sawo matang lagi, tapi kayak biji sawo!” Sialan banget kan, si Aldi?

Kehidupan Lietha semakin semarak saat ia terpilih menjadi model iklan Shiori Sweat, minuman isotonik yang terkenal. Aldi yang entah bagaimana caranya bisa mengangkat diri jadi manajer Lietha, ikut ke Jepang menemaninya. Di sana Lietha bertemu model superkeren—Nishio Kintaro, yang langsung akrab dengannya. Kinta memanggilnya Hime, yang artinya “putri”. Setelah bertemu Kinta, hidup Lietha tidak sama lagi. Tapi apa ini berarti ia jatuh cinta pada Kinta? Dan apa arti semua kebaikan yang dilakukan Kinta padanya? Dan kenapa pula saat Aldi akrab dengan cewek lain, Lietha malah sewot?

Simak perjalanan Lietha Arindina, dari si Belang yang minder, sampai menjadi Belang yang delicious—Belanglicious!


* Sebagai penulis TeenLit dan MetroPop, karya-karya Primadonna Angela berciri khas mengusung kehidupan sehari-hari dalam cerita yang menyentuh dan menggelitik. Belanglicious adalah buku keduanya.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-9091-2
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
20 December 2012
Format :
Softcover
Category :
TeenLit
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Primadonna Angela

Primadonna Angela adalah salah satu penulis fiksi GPU yang superproduktif. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah novel pertamanya (Juli 2005), ia sudah menerbitkan total dua belas buku fiksi dan satu nonfiksi. Berarti rata-rata empat buku per tahun! Apa kunci penulis yang akrab dipanggil Donna ini?



"Bagi saya, menulis sama alaminya dengan bernapas," ujarnya. "Saya senang membaca dan sudah terbiasa membaca dari kecil. Jadi, saya tidak butuh waktu lama untuk berimajinasi. Sisanya tinggal niat dan konsistensi menulis."



Lahir tanggal 7 Oktober di Rumbai 32 tahun yang lalu, ia banyak ditanya mengapa di usianya sekarang masih senang menulis untuk remaja. Sebagai gambaran, dari dua belas judul fiksinya, sembilan di antaranya bergenre remaja. Apakah karena ia menyenangi pergaulan masa remajanya dulu?



"Oh, justru kebalikannya," jawab Donna. "Saat remaja, saya bukanlah anak gaul, cantik, apalagi trendi. Kalau ada masalah, saya melarikan diri dengan membaca berbagai buku yang sekarang dilabeli TeenLit. Dari sana, saya banyak belajar mengenai kehidupan, cinta, cita-cita, dan tentu saja, harapan. Kini saya telah melewati masa itu, dan meraih berbagai impian saya. Giliran saya untuk berbagi. Saya ingin menulis aneka cerita yang dapat menginspirasi dan menggugah para remaja menggali potensi diri masing-masing."



"Menginspirasi" memang merupakan ciri khas buku-buku Donna. Karena itu, dua novelnya bahkan sempat menjadi topik tugas akhir pembacanya. Buku nonfiksi pertamanya, Meramal Yuuuk! terbit pada bulan Oktober 2008. Ciri khas menginspirasi masih terlihat dalam buku ini. Dalam Meramal Yuuuk!, Donna berbagi bahwa meramal tidak harus lekat dengan sesuatu yang gaib atau mistis. Buku tersebut membahas bagaimana meramal justru bisa menjadi aktivitas pribadi yang kontemplatif sekaligus aktivitas bersama yang menyenangkan.



Selain menulis, dia juga menjadi editor, penerjemah, copywriter. Tak hanya itu, penulis multitalenta ini juga berbisnis aneka perhiasan dari manik-manik di http://rumahpernik.multiply.com.



Donna menikah dengan Isman H. Suryaman yang, antara lain, juga seorang penulis. Mereka membuktikan bahwa pepatah dua penulis tidak dapat hidup bersama dalam satu atap itu keliru. Bersama-sama, mereka sudah menerbitkan kumpulan cerita sangat pendek berjudul Jangan Berkedip!, sempat menjadi penulis skenario utama untuk acara sketsa komedi suatu stasiun TV swasta, dan aktif menilik serta mengoordinasi penerbitan naskah sebagai editor pemerolehan (acquiring editor). Mereka juga sering menjadi pembicara tandem dalam lokakarya atau talkshow berkaitan penulisan kreatif, antara lain di Kompas-Gramedia Fair.



Setelah dikaruniai sepasang anak, ia merasa bahwa menulis dan melakukan pekerjaan rumah tangga adalah dua hal yang "mewah". Karena itulah, dia bisa jadi lebih menghargai keduanya.



Donna bisa dihubungi di belanglicious@gmail.com atau vervain.blogspot.com