Lupus Klasik #2

Lupus Klasik #2

Author: Hilman Hariwijaya

Category: Humor

Isi Cerita: Tragedi Sinemata; Topi-Topi Centil; Bangun Dong, Lupus

 

Lupus, anak superjail yang doyan permen karet itu, ternyata masih ngangenin banget. Kalo dia nongol selalu bikin hidup temen-temennya lebih berkelir. Penuh warna-warni indah. Kayak pelangi. Padahal, Lupus tuh nggak punya kelebihan apa-apa, kecuali suka nyeplos aja kalo ngomong, dan selalu memandang hidup ini dari sisi indahnya aja... Malah kadang-kadang dia kelewat jail, dan bikin rusuh temen-temennya. Dan kalo temen-temennya udah mulai ngomel-ngomel karena kejailan Lupus, Lupus-nya malah cengar-cengir...

Sementara Lupus sendiri punya mimpi sederhana. Mimpi punya topi mungil seperti yang sering dipakai temennya, Andi. Yang tiap hari akan ia pakai ke sekolah. Biar nggak kepanasan kalo lagi ngejar bis. Biar agak gaya dikit dan dilirik cewek-cewek. Dan suatu hari, mimpi itu hampir menjadi kenyataan. Karena Lulu ternyata membeli topi seperti itu. Tapi Lulu membelikan untuk Andi, bukan untuk Lupus. Lupus pun sedih. Nakalnya kumat. Apa sebaiknya diculik aja itu topi?

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-9728-7
Price :
Rp 65,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
04 July 2013
Format :
Softcover
Category :
Humor
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Hilman Hariwijaya

JAGO NGOCOL SE-INDONESIA
Lahir di Jakarta, tanggal 25 Agustus, bintangnya Virgo, bo! Hilman yang turunan Jasun alias Jawa-Sunda ini punya papa tentara berpangkat kolonel. Mulai ngarang sejak ABG, dengan membuat serial Lupus di majalah HAI yang berhasil mengangat namanya. Ia juga pernah juara ngarang di majalah yang sama. Pernah kuliah di UNAS jurusan Sastra Inggris.

Hilman Hariwijaya dengan Lupus-nya merupakan fenomena dalam dunia penerbitan Indonesia. Lupus#1: Tangkaplah Daku Kau Kujitak, terbit Desember 1986, cetakan pertamanya sebanyak 5.000 eksemplar habis dalam waktu kurang dari satu minggu. Hilman menulis puluhan judul yang meliputi seri Lupus, Lupus ABG, Lupus Kecil, Lupus Milenia, Olga, Lulu, Keluarga Hantu, Vanya, Vladd, Dua Pelangi dan beberapa judul lepas. Beberapa karyanya ditulis bersama Boim,Gusur dan satu bernama Zara Zettira. Tiras total penjualan bukunya mencapai jutaan eksemplar!Jumlah yang luar biasa untuk ukuran Indonesia,mengingat tiras \\\\\\\"normal\\\\\\\" buku lain rata-rata 3.000-5.000 eksemplar,dan itu pun tidak habis terjual dalam waktu satu tahun.

Kisah Lupus menggambarkan gaya hidup remaja. Sarat dengan humor orisinal, terutama unik dalam gaya bahasa dan pilihan kata yang seenaknya. Tapi justru dengan gaya bahasa seperti itulah yang pernah dianggap merusak bahasa Indonesia-Lupus menjadi produk yang khas,disukai dan diakrabi para remaja.

Seri Lupus sudah difilmkan, baik di layar lebar maupun dalam bentuk sinetron. Sedangkan seri Lulu, Olga, Vanya dan Vladd serta beberapa cerita lepas lainnya telah disinetronkan.