Jendela Hati

Jendela Hati

Author: Wijayanto Samirin

Category: Self-Improvement

Kejadian keseharian kita sesungguhnya menyembunyikan banyak hikmah dan makna, bila hati dan pikiran kita terbuka untuk menerima penyingkapannya. Jendela Hati adalah refleksi mendalam dari realitas keseharian yang penuh pembelajaran.


Kita tak akan pernah lelah jika hati, pikiran dan perbuatan sejalan. Semangat harus selalu dibangkitkan dan keikhlasan harus selalu ditumbuhkan, supaya karya kita menjadi berkah bagi semesta. Buku ini adalah referensi berharga untuk mewujudkannya.
—M. Jusuf Kalla, Negawaran, Ketua Umum PMI & DMI

Hidup adalah proses pembelajaran tanpa henti. Banyak individu yang sudah "menjalani" tapi tidak "mengalami", karena ia tidak mencari pelajaran dari yang dijalani. Buku ini mengingatkan kita untuk selalu belajar di mana pun dan kapan pun. Selalu ada pelajaran, ada hikmah yang memperkaya hidup kita.
—Anies Baswedan, Pendidik, Rektor Universitas Paramadina

Ketika kehidupan sosial politik terasa sempit dan pengab, lapangkanlah hati dan pikiran, sehingga dunia menjadi lapang dan indah untuk ditanami pohon kebajikan.

—Komarudin Hidayat, Pendidik, Rektor UIN Jakarta

Memiliki beginner’s mind adalah kunci untuk sukses. Karya ini mengajak kita untuk selalu memiliki beginner\'s mind, yaitu mindset yang mau belajar tentang apa saja dan dari siapa saja sepanjang hidup kita.
—Sudhamek AWS, Pengusaha

Makna keberadaan manusia diukur dari apa yang telah ia perbuat bagi sekitar. Melalui kumpulan tulisan ini, penulis menginspirasi kita agar selalu memperbaiki diri untuk menjadi kontributor positif bagi dunia.
—Victor Hartono, Pengusaha

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-0026-9
Price :
Rp 60,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
12 December 2013
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Wijayanto Samirin

Wija adalah Deputi Rektor Universitas Paramadina dan Managing Director Paramadina Public Policy Institute. Alumni UGM dan Georgetown University ini berprinsip bahwa belajar adalah esensi keberadaan manusia.  Ia yakin bahwa salah satu sumber pembelajaran terbaik adalah apa yang ada di sekeliling kita. Wija, lahir di Yogya tahun 1971, telah menulis sekitar 100 kolom untuk media nasional dan internasional. Tinggal di Kelapa Gading Jakarta bersama istrinya, Ovie, dan putrinya, Branita/Sasha, Wija bisa dihubungi di @wija_samirin atau wijayanto@paramadina.ac.id