Amba

Amba

Author: Laksmi Pamuntjak

Category: Poetry

Tahun 2006: Amba pergi ke Pulau Buru. Ia mencari orang yang dikasihinya, yang memberinya seorang anak di luar nikah. Laki-laki itu Bhisma, dokter lulusan Leipzig, Jerman Timur, yang hilang karena ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru. Ketika kamp tahanan politik itu dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap tak kembali. Novel berlatar sejarah ini mengisahkan cinta dan hidup Amba, anak seorang guru di sebuah kota kecil Jawa Tengah. “Aku dibesarkan di Kadipura. Aku tumbuh dalam keluarga pembaca kitab-kitab tua.” Tapi ia meninggalkan kotanya. Di Kediri ia bertemu Bhisma. Percintaan mereka terputus dengan tiba-tiba di sekitar Peristiwa G30S di Yogyakarta. Dalam sebuah serbuan, Bhisma hilang selama-lamanya. Baru di Pulau Buru, Amba tahu kenapa Bhisma tak kembali.


“Dengan novel ini, di mana adegan-adegan penuh gairah dan ketegangan berjalin kelindan dengan bagian-bagian sejarah yang penting, Laksmi Pamuntjak mengukuhkan dengan tegas dirinya sebagai salah satu penulis sejarah Indonesia terfasih.”
— Profesor Saskia Wieringa; The Jakarta Globe

“Novel ini amat kaya tekstur dan berlapis-lapis; sebuah karya yang menautkan secara canggih sejarah yang terhapuskan, kenangan hidup, dan mitos formatif tentang perang dan perdamaian.... Laksmi Pamuntjak menghidupkan kembali secara mengagumkan sebuah zaman pergolakan yang nyaris terlupakan, bersama semua korban dan pelakunya. Selama seminggu lamanya saya luruh seluruh dalam dunia novel ini, dan ketika saya keluar dari dalamnya, saya tetap masih merasakan sihirnya selama berhari-hari.”
— Aamer Hussein; Novelis

“Sebuah kisah cinta memukau yang dituturkan secara anggun dan penuh gairah oleh salah seorang penulis paling cerdas dari generasinya, berlatar sejarah yang paling ditabukan di tanah airnya sendiri.”
— Ariel Heryanto; Associate Professor of Indonesian Studies dan Head of Southeast Asia Centre, The School of Culture, History and Language, Australian National University

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-9984-7
Price :
Rp 80,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 21
Published :
24 April 2014
Format :
Softcover
Category :
Poetry
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Laksmi Pamuntjak

Laksmi Pamuntjak kerap menyumbang tulisan tentang politik, sastra, film, makanan, dan musik klasik di majalah Tempo, Jakarta Post, Djakarta!, The Jakarta Globe, dan Jurnal Prisma. Ia juga salah satu pendiri Toko Buku Aksara di Jakarta.



Karya-karyanya termasuk empat edisi The Jakarta Good Food Guide; dua himpunan puisi, Ellipsis (salah satu buku yang direkomendasi oleh harian Inggris, The Herald UK, di pengujung tahun 2005) dan The Anagram (2007); sebuah telaah filosofis tentang hubungan manusia, kekerasan, agama dan mitologi yang dibukukan sebagai Perang, Langit dan Dua Perempuan (2006); sebuah kumpulan cerpen yang diilhami sejumlah lukisan, The Diary of R.S.: Musings on Art; dan dua terjemahan karya Goenawan Mohamad, Goenawan Mohamad: Selected Poems (2004) dan On God and Other Unfinished Things (2007).



Pada 2009, Laksmi menjadi salah satu juri internasional The Prince Claus Fund Award yang berbasis di Amsterdam. Pada bulan Juli 2012, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Poetry Parnassus di London, festival puisi terbesar dalam sejarah Britania Raya yang digelar khusus untuk mengiringi Olimpiade 2012.


Novelnya, Amba, yang telah terbit dalam bahasa Inggris dengan judul The Question of Red, telah dicetak ulang beberapa kali dan menjadi national bestseller.