Laki-laki dari Tidore

Laki-laki dari Tidore

Author: Alberthiene Endah

Category: Self-Improvement

Keterbatasan mengitari kehidupan Ahmad Mahifa sejak kecil. Tumbuh di dusun di lereng Gunung Tidore, di Desa Goto, Gurabunga, ia melewatkan kehidupan yang begitu jauh dari jangkauan modernitas, bahkan terbelakang. Alam dan doa menjadi penguat hidup masyarakat di dusunnya. Ritual tradisional menjadi penopang bagi banyak urusan keseharian di sana. Mereka mengatasi sendiri segala permasalahan dan kebutuhan hidup dengan segala yang disajikan alam.

Dan di atas semua itu, yang menyedihkan, anak-anak dari Gurabunga di tahun 50-an dianggap tak memiliki harapan berarti untuk bisa melintasi nasib melebihi apa yang lazim dicapai laki-laki desa itu. Usai lulus sekolah, mereka akan kembali ke kebun-kebun cengkih, pala, dan lada. Menghabiskan energi di sana dan kembali sebagai lakilaki sukses versi dusun itu.

Ahmad memiliki cita-cita besar. Ia ingin seperti anak-anak muda di pesisir, yang hidup di kota. Mereka bisa memimpin daerah, mampu membuat keputusan yang penting untuk mensejahterakan masyarakat. Mereka berdaya dan dianggap memiliki daya. Ahmad kemudian berjuang menebas apa yang dianggap tak mungkin bagi anak-anak muda di dusunnya. Setelah menempuh pendidikan dalam situasi sulit dan melalui perjalanan berliku, akhirnya ia mampu menjadi pemimpin di Tidore. Menjadi walikota sejak 2005-2010. Dan terpilih lagi, 2010-2015.

Novel kisah nyata ini tak hanya mengisahkan perjalanan hidup yang luar biasa dari seorang anak dusun, tapi juga mengungkap jiwa Tidore secara luas. Betapa daerah yang sungguh jaya di masa lalu dan menjadi magnet bagi kedatangan bangsa-bangsa asing kemudian beranjak redup saat kemerdekaan Indonesia tergenggam. Perjuangan Ahmad mengangkat dirinya mewakili perjuangan Tidore untuk bisa terangkat lagi dari ketersingkiran sejarah. Semangat pantang menyerah tersirat dari novel ini. Pesan penting yang ingin disampaikan: Hidup bukan tentang apa yang terjadi atau tersaji, tapi bagaimana kita menyikapinya.

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-1243-9
Price :
Rp 60,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 21
Published :
08 January 2015
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Alberthiene Endah

Menulis biografi , skenario, dan fiksi telah menjadi napas Alberthiene Endah. Penulis kelahiran Bandung, 16 September ini, memulai karier menulis di majalah Hidup pada tahun 1993. Kemudian tahun 1994 hingga 2004 menjadi redaktur di majalah Femina. Sejak tahun 2004 hingga tahun 2009, Penulis menjadi pemimpin redaksi majalah Prodo. Dunia jurnalistik mempertemukannya pada banyak tokoh dan ia menyadari begitu banyak inspirasi yang bisa disebarkan pada masyarakat melalui sosok yang luar biasa.

Sejumlah biografi telah ia tulis, di antaranya Ani Bambang Yudhoyono: Kepak Sayap Putri Prajurit, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar yang sukses meraih best seller nomor 1 nasional tahun 2011-2012, Ken & Kaskus: Cerita Sukses di Usia Muda, Titiek Puspa Never Ending Diva, Seribu Satu KD.

Karyanya di luar pekerjaan jurnalistik dan biografi meliputi penulisan fiksi dan skenario. Sarjana Sastra Belanda lulusan Universitas Indonesia ini telah menghasilkan sejumlah novel best seller, Jodoh Monica, Dicintai Jo, Cewek Matre, Selebriti, Nyonya Jetset, I Love My Boss, serial remaja Rockin Girls, Cerita Sahabat dan Cerita Sahabat 2 Asmara Dini Hari.

Salah satu novelnya yang berjudul Jangan Beri Aku Narkoba mendapat penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional dan meraih gelar juara pertama Adikarya Award 2005 dari IKAPI. Novel ini juga telah difi lmkan dengan judul Detik Terakhir dan mendapat award dalam Bali Film Festival 2005. Ia juga menulis naskah drama musikal kolosal Mahadaya Cinta tahun 2005 yang digelar Guruh Soekarno Putra. Tahun 2006, naskah FTV Supermodel yang dibuatnya menjadi nominasi Piala Vidya. Penulis juga aktif menghasilkan skenario ratusan episode sinetron untuk televisi Indonesia dan Malaysia. Tahun 2009, Penulis mendapatkan anugerah wanita inspiratif She Can Award. Ia menerima langsung “Selalu Ada Pilihan” Bapak SBY saat launching buku.

Saat ini Penulis aktif dengan sejumlah proyek penulisan biografi, menjalankan bisnis kecil, menjadi pembicara di seminar-seminar mengenai penulisan, menjadi dosen tamu di beberapa universitas, sesekali aktif dalam pekerjaan film, dan menyerahkan seluruh hatinya pada suami, Dio Hilaul dan delapan anjing lucunya (Loco, Bruno, Shiloh, Elmo, Karin, Mochito, Rainbow, dan Max).

Penulis dapat dihubungi via:

E-mail: alberthienebaru@yahoo.com


Twitter: @AlberthieneE