Merpati Tak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita

Merpati Tak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita

Author: Mira W.

Category: Romance

Kedua buku Mira W ini sama-sama berbicara tentang sebuah janji.

Janji dalam Merpati Tak Pernah Ingkar Janji bukan janji kepada manusia. Karena tidak mampu memenuhi janjinya, lelaki itu memaksa anaknya untuk menggantikannya. Masalah timbul ketika gadis itu jatuh cinta. Dan pemuda yang dicintainya percaya Tuhan cuma imajinasi orang-orang lemah.

Tetapi sebuah tragedi memicu merpati memenuhi janjinya.

“Ketika aku jatuh tersungkur di bawah kaki Tuhan, aku percaya Tuhan mendengar doaku.”

Menjelang petang, merpati pulang ke sarangnya. Karena memang, merpati tak pernah ingkar janji.

Sampai Maut Memisahkan Kita bercerita tentang janji seorang pengidap impotensia kepada PSK yang berhasil memulihkannya. Teknik bercinta yang inkonvensional dipadu dengan panorama Italia yang indah, bukan hanya menyembuhkannya, sekaligus melahirkan cinta yang tak terduga.

“Tidak ada perempuan lain dalam hidupku. Sampai maut memisahkan kita.”

Tetapi dilema muncul ketika istri yang telah meninggalkannya tidak mau diceraikan dengan alasan yang tak mungkin ditolak. Dan dia terpaksa melarikan diri dari janjinya sampai belasan tahun.

Cinta, dendam, sakit hati, dan salah paham bercampur baur, muncul silih berganti sampai dia kembali ke tempat dari mana cinta itu datang. Kali ini bahkan maut tidak bisa memisahkan mereka.

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-1952-0
Price :
Rp 92,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
17 September 2015
Format :
Soft Cover
Category :
Romance
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.