Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi & Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi & Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

Author: Mira W.

Category: Romance

Dua novel bestseller Mira W yang menjadi film box office ketika diangkat ke layar lebar, berbicara tentang dua topik yang berbeda.

Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi mengulas topik remaja yang berjuang mencari jati dirinya setelah terbuang dari keluarga dan sekolahnya.

“Sejak lahir tak pernah ada wanita dalam hidupku. Ketika aku menemukanmu, aku tidak ingin ada perempuan lain dalam hidupku. Salahkah aku?”

“Cinta tak pernah salah. Tetapi nafsu adalah dosa. Jangan kotori lagi cinta kita. Jika kita harus berpisah, biarlah kita berpisah dengan membawa cinta yang semurni ketika pertama kali bersemi.”

Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat berbicara tentang seorang wanita yang karena takut ketinggalan kereta, telah menumpang kereta yang salah. Kereta yang menjerumuskannya ke jurang penderitaan. Dia mengira tidak ada lagi kereta yang akan melintasi hidupnya. Tetapi dalam kereta api terakhir menuju Stuttgart, dia bertemu dengan seorang pemuda yang lima belas tahun lebih muda. Dan dia sadar, masih ada kereta yang akan lewat.

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-1949-0
Price :
Rp 92,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
17 September 2015
Format :
Soft Cover
Category :
Romance
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.