Nayla (cover baru)

Nayla (cover baru)

Author: Djenar Maesa Ayu

Category: Humor

Nayla, seorang perempuan yang tidak mencari cinta. Seorang perempuan yang mencari mabuk. Seorang perempuan yang sebenarnya sedang mabuk cinta tapi tidak mau mengakuinya. ?Ben Gimana tamu-tamu yang baru bisa tahu kalau Nayla bukan cewek bayaran? Tingkah lakunya jauh lebih brengsek ketimbang pramuria-pramuria tua itu. ?Juli Namanya Nayla. Teman-temanku sesama pembina tak ada yang suka dengannya. Mereka merasa Nayla sombong karena keluarganya terkenal dan kaya. Sudah seminggu ia di sini. Di kala senggang, kerjanya hanya tertawa-tawa sendiri, memilin-milin ujung rambut, dan menggigiti ujung jari. ?Ibu Lina Saya rasa Nayla memakai narkoba. ?Ratu Nayla takut tokoh Ibu. ?Ardan Suntik kurus dong, Nay.... Body lu udah gak asik banget deh diliatnya. Gue banci aja gak nafsu, gimana lekong? ?Bencong Ini semua salah ayahnya. Bukan aku! ?Ibu

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-2660-3
Price :
Rp 55,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 X 21
Published :
01 March 2016
Format :
Softcover
Category :
Humor
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Djenar Maesa Ayu

Ibu dari Banyu Bening dan Btari Maharani ini lahir di Jakarta, 14 Januari 1973. Ia telah menerbitkan lima kumpulan cerpen berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet!, Jangan Main-main (dengan kelaminmu), Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek, 1 Perempuan 14 Laki-laki, T(w)itit! dan sebuah novel berjudul Nayla. Cerpennya yang berjudul ”Menyusu Ayah” menjadi cerpen terbaik Jurnal Perempuan 2003, sementara ”Waktu Nayla” meraih penghargaan Cerpen Terbaik Kompas di tahun yang sama.



Selain menulis, Djenar juga menyutradarai film Mereka Bilang, Saya Monyet! (2008) dan SAIA (2009). Ia mendapat Piala Citra dari kategori Skenario Adaptasi Terbaik bersama Indra Herlambang dan sebagai Sutradara Baru Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009. Hobi Djenar lainnya adalah memasak untuk anak dan cucunya dan pada pertengahan 2014, ia akan menerbitkan buku kumpulan resep.



Kumpulan cerpen SAIA adalah buku ketujuh Djenar.