Aruna dan Lidahnya (Cover Film)

Aruna dan Lidahnya (Cover Film)

Author: Laksmi Pamuntjak

Category: Literary

Aruna Rai; 35 tahun, belum menikah. Pekerjaan: Epidemiologist (Ahli Wabah), Spesialisasi: Flu Unggas. Obsesi: Makanan.

Bono; 30 tahun, terlalu sibuk untuk menikah. Pekerjaan: Chef. Spesialisasi: Nouvelle Cuisine. Obsesi: Makanan.

Nadezhda Azhari; 33 tahun, emoh menikah. Pekerjaan: Penulis. Spesialisasi: Perjalanan dan Makanan. Obsesi: Makanan.

Ketika Aruna ditugasi menyelidiki kasus flu unggas yang terjadi secara serentak di delapan kota seputar Indonesia, ia memakai kesempatan itu untuk mencicipi kekayaan kuliner lokal bersama kedua karibnya. Dalam perjalanan mereka, makanan, politik, agama, sejarah lokal, dan realita sosial tak hanya bertautan dengan korupsi, kolusi, konspirasi, dan misinformasi seputar politik, kesehatan masyarakat, namun juga dengan cinta, pertemanan, dan kisahkisah mengharukan yang mempersatukan sekaligus merayakan perbedaan antarmanusia.

“Sebuah novel indah: manusiawi, rendah hati, indrawi, dan ditulis dengan cinta… persembahan yang selayaknya dari pengarang buku panduan restoran independen pertama di Indonesia.” —William Wongso, pakar kuliner

“Aruna dan Lidahnya adalah surat cinta Laksmi Pamuntjak kepada dunia kuliner Indonesia. Melalui novel ini, Laksmi, yang namanya menjadi terkenal setelah menulis kitab suci bagi para penikmat restoran di ibukota, Jakarta Good Food Guide, membawa kita bertualang ke pelbagai pelosok Nusantara. Dengan kearifan dan kepiawaian berbahasa yang telah menjadi trademark-nya, ia tak hanya mengajak kita mendalami kekayaan kuliner negeri ini, namun juga politik daerah dengan segala kompleksitasnya.” —Yenni Kwok

No. GM :
618202041
ISBN :
978-602-03-0852-4
Price :
Rp 95,000
Total Pages :
428 pages
Size :
13,5x20cm
Published :
06 August 2018
Format :
Softcover
Category :
Literary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Laksmi Pamuntjak

Laksmi Pamuntjak kerap menyumbang tulisan tentang politik, sastra, film, makanan, dan musik klasik di majalah Tempo, Jakarta Post, Djakarta!, The Jakarta Globe, dan Jurnal Prisma. Ia juga salah satu pendiri Toko Buku Aksara di Jakarta.



Karya-karyanya termasuk empat edisi The Jakarta Good Food Guide; dua himpunan puisi, Ellipsis (salah satu buku yang direkomendasi oleh harian Inggris, The Herald UK, di pengujung tahun 2005) dan The Anagram (2007); sebuah telaah filosofis tentang hubungan manusia, kekerasan, agama dan mitologi yang dibukukan sebagai Perang, Langit dan Dua Perempuan (2006); sebuah kumpulan cerpen yang diilhami sejumlah lukisan, The Diary of R.S.: Musings on Art; dan dua terjemahan karya Goenawan Mohamad, Goenawan Mohamad: Selected Poems (2004) dan On God and Other Unfinished Things (2007).



Pada 2009, Laksmi menjadi salah satu juri internasional The Prince Claus Fund Award yang berbasis di Amsterdam. Pada bulan Juli 2012, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Poetry Parnassus di London, festival puisi terbesar dalam sejarah Britania Raya yang digelar khusus untuk mengiringi Olimpiade 2012.


Novelnya, Amba, yang telah terbit dalam bahasa Inggris dengan judul The Question of Red, telah dicetak ulang beberapa kali dan menjadi national bestseller.