Bekisar Merah

Bekisar Merah

Author: Ahmad Tohari

Category: Literary

Bekisar adalah unggas elok, hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi, anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang yang memiliki kecantikan khas––kulit putih, mata eksotis––membawa dirinya menjadi bekisar di kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta, melalui bisnis berahi kalangan atas yang tak disadarinya.

Lasi mencoba menikmati kemewahan itu, dan rela membayarnya dengan kesetiaan penuh pada Pak Han, suami tua yang sudah lemah. Namun Lasi gagap ketika nilai perkawinannya dengan Pak Han hanya sebuah keisengan, main-main.

Hanya main-main, longgar, dan bagi Lasi sangat ganjil. Karena tanpa persetujuannya, Pak Han menceraikannya dan menyerahkannya kepada Bambung, seorang belantik kekuasaan di negeri ini, yang memang sudah menyukai Lasi sejak pertama melihat wanita itu bersama Handarbeni. Lasi kembali hidup di tengah kemewahan yang datang serba mudah, namun sama sekali tak dipahaminya. Apalagi kemudian ia terseret kehidupan sang belantik kekuasaan dalam berurusan dengan penguasa-penguasa negeri.

Di tengah kebingungannya itulah Lasi bertemu lagi dengan cinta lamanya di desa, Kanjat, yang kini sudah berprofesi dosen. Mereka kabur bersama, bahkan Lasi lalu menikah siri dengannya. Namun kaki-tangan Bambung berhasil menemukan mereka dan menyeret Lasi kembali ke Jakarta. Berhasilkah Kanjat membela cintanya, dan kembali merebut Lasi yang sedang mengandung buah kasih mereka?

No. GM :
619173005
ISBN :
978-979-22-6632-0
Price :
Rp 83,000
Total Pages :
360 pages
Size :
13,5x20cm
Published :
14 January 2019
Format :
Softcover
Category :
Literary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Ahmad Tohari

Ahmad Tohari dilahirkan di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, pada tanggal 13 Juni 1948. pendidikan formalnya hanya sampai SMTA di SMAN II, Purwokerto. Namun demikian, beberapa fakultas seperti fakultas ekonomi, sospol, dan kedokteran pernah dijelajahinya. Semuanya tak ada yang ditekuninya.

Selain trilogi: Ronggeng Dukuh Paruk−Lintang Kemukus Dini Hari−Jantera Bianglala, Gramedia Pustaka Utama juga menerbitkan kumpulan cerpennya, yang berjudul Senyum Karyamin. Triloginya tersebut sudah terbit dalam edisi bahasa Jepang. Edisi bahasa Jerman dan Belanda sedang disiapkan penerbitannya.

Ahmad Tohari tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya. Maka warna hampir semua karyanya adalah lapisan bawah dengan latar alam. Dia memiliki kesadaran dan wawasan alam yang begitu jelas terlihat pada tulisan-tulisannya.

Dia pernah bekerja di BNI 1946 sebagai tenaga honorer yang mengurusi majalah perbankan (1966-1967), majalah Keluarga (1978-1981), dan menjabat sebagai dewan redaksi majalah Amanah (Agustus 1986-Maret 1993). Pada tahun 1990 Ahmad Tohari mengikuti International Writing Program di Amerika selama tiga bulan.