Memahami Pentingnya Peranan Buku Nonfiksi Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Mental Health Literacy di Masyarakat

Show all media center
Press Release 25 November 2019
Memahami Pentingnya Peranan Buku Nonfiksi Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Mental Health Literacy di Masyarakat

Jakarta, 23 November 2019— Penerbit Gramedia Pustaka Utama resmi meluncurkan buku psikologi terbaru bertema kesehatan mental berjudul Loving the Wounded Soul, pada hari ini, Sabtu (23/11), bertempat di Gramedia Central Park Mall, Jakarta Barat. Dalam kesempatan yang sama juga diadakan diskusi “Pentingnya Buku Nonfiksi Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Mental Health Literacy Bagi Masyarakat Indonesia” bersama penulis buku Loving the Wounded Soul, Regis Machdy, Founder Bipolar Care Indonesia, Igi Oktamiasih, book reviewer dari @nonfictionbookclub_, Aulia Ardista W., dan dimoderasi oleh Psikolog Klinis Retno Utari, M.Psi. Diskusi ini bertujuan untuk mengulas lebih dalam mengenai peranan buku dalam membangun kesehatan mental di masyarakat.

 

“Orang yang mengalami depresi memiliki pikiran yang sangat kompleks dan negatif. Pikiran mereka seperti benang kusut, puzzle yang tak pernah lengkap, dan labirin tanpa jalan keluar. Mereka mengalami sedih yang tak berkesudahan, lalu pikiran mereka selalu mempertanyakannya. Setiap pengalaman dianalisis, setiap memori kami ingat sebagai luka, dan setiap kenangan kami anggap sebagai duka. Kami membungkus diri dalam kesedihan—memenjarakan pikiran kami sendiri dalam kegelapan,” tutur Regis.

 

“Saya paham bahwa membuka cerita saya pribadi artinya saya harus siap dengan segala stigma yang akan dihujatkan kepada saya. Stigma sebagai ‘orang depresi’, ‘cowok lemah’, ‘cari perhatian’, atau bahkan ‘kurang ibadah’ tidak akan membuat saya mundur. Bagaimanapun, selalu ada orang yang akan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Saya memilih menjadi sosok yang authentic dan tidak malu jika kerapuhannya diketahui orang lain,” lanjutnya.

 

Buku Loving the Wounded Soul ditulis oleh Regis Machdy, lulusan program Master of Global Mental Health dari University of Glasgow, Inggris dan co-founder Pijarpsikologi.org, sebuah startup yang berfokus pada penyediaan informasi dan konsultasi psikologi gratis untuk masyarakat Indonesia. Regis mengalami depresi kronis sejak masa remaja sehingga ia memerlukan konsultasi berkali-kali ke psikolog agar kondisinya membaik. Buku ini adalah refleksi atas perjalanannya bersama depresi sekaligus karya akademiknya sebagai dosen psikologi di Universitas Surabaya.

 

“Empat puluh dua kali saya bolak-balik ke psikolog dan psikiater untuk menjalani berbagai terapi agar saya bisa bahagia, seperti orang-orang pada umumnya. Tentu perjalanan yang tidak mudah, saya sempat merasa sangat lelah. Pada saat itu saya berada di Inggris untuk melanjutkan studi S-2. Depresi saya kambuh lagi. Dokter di sana menyarankan saya untuk bertemu psikiater dan menjalani sembilan sesi terapi bersama psikolog. Rasanya sangat memuakkan hingga selepas keluar dari ruangan sang dokter, saya segera mencari tempat sepi untuk menitikkan air mata,” tutur Regis.

 

Selain berisi cuplikan pengalaman personal Regis terkait depresi, Loving the Wounded Soul juga merupakan buku ilmiah dari kacamatanya sebagai seorang akademisi psikologi. Lewat bukunya, Regis berusaha membumikan konsep-konsep psikologi yang terlalu berat menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Ia kemudian membahas depresi dari kacamata biologis, mencakup gen, struktur otak, neurotransmiter, dan bakteri, dari faktor internal, mencakupi kepribadian, inteligensi, dan gender, dari faktor lingkungan, mencakup cuaca, makanan, dan budaya, dan yang terakhir dari faktor spiritual, mencakup iman, tujuan hidup, dan cinta kasih.

 

“Buku ini bukanlah tips untuk pulih dari depresi. Namun, saya percaya bahwa memahami depresi secara mendalam dapat membantu seseorang untuk menerima kondisinya. Saya ingin orang-orang bisa memahami depresi secara mendalam agar terhindar dari kesalahpahaman,” tambah Regis, “Selain itu, saya berharap banyak orang semakin menyadari bahwa kesehatan mental adalah isu yang harus kita hadapi bersama.”

 

Buku Loving the Wounded Soul saat ini sudah bisa ditemui di berbagai toko buku dan toko buku online. Terbitnya buku ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mempelajari lebih banyak mengenai kesehatan mental, sehingga dapat memberikan dukungan bagi penanganan masalah kesehatan mental yang belakangan ini semakin menjadi sorotan di masyarakat.  (Wisnu/GPU)