Array ( [0] => .jpeg )
read
_thumb.jpeg "/>

Obituari Nyonya Rumah

Show all media center
Press Release 06 November 2021
Obituari Nyonya Rumah

Perjalanan seribu li berawal dari satu langkah kaki...

Penerbitan dari buku-buku masak di Gramedia dalam ribuan judul dan dari ratusan penulis pun berawal dari buku masak karya Nyonya Rumah: Belajar Memasak dengan Nyonya Rumah pada tahun 1975, yang kemudian diteruskan dengan Pandai Masak 1 dan Pandai Masak 2

Ketiga buku ini menjadi trilogi Pandai Masak Nyonya Rumah yang laris dan legendaris, serta menjadi cikal bakal bagian Boga Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Ketiganya berisi kumpulan resep koleksinya. Bukunya sangat sederhana, dalam format kecil, hitam putih, tanpa foto makanan. Menurut Y. Priyo Utomo, CEO Gramedia Group of Retail and Publishing yang ikut membidani buku-buku tesebut, keputusan pimpinan Gramedia saat itu dalam menerbitkan buku masak ini adalah langkah strategis dan cerdas. Karena masak-memasak adalah bidang yang pasarnya memang luas sekali. Apalagi penulisnya memang ahli dan konsisten di bidangnya.

Dalam perjalanan kerja sama antara Gramedia dan Nyonya Rumah, oleh Intarina Hardiman, Kepala Bidang Boga, Busana, dan Kecantikan Gramedia, ketiga buku resep tersebut terus dikembangkan dan diperbaharui. Intarina juga meminta Ibu Julie untuk terus menggali resep-resep dan menuliskannya. Bukunya ditampilkan dan diterbitkan ulang dalam format berwarna dan dilengkapi foto cantik. Dibuat berseri, juga tampil tunggal. Termasuk dibuat ulang dengan cover retro klasik ala buku tahun ’60-‘70an.

Bekerja sama dengan Nyonya Rumah yang bernama asli Julie Sutarjana sangatlah menyenangkan. Beliau sosok yang ramah, rendah hati, bertata krama, dan menghormati lawan bicara. Memililki ingatan yang tajam, Ibu Julie selalu mengingat nama orang yang bertemu dengannya serta detail berbagai peristiwa. Ibu Julie juga senantiasa bersemangat dan menunjukkan antusias yang besar terhadap setiap proyek pengembangan buku dan resepnya. Mungkin energi dan semangat hidup yang tinggi inilah yang membuat beliau tetap aktif berkarya dalam rentang usianya yang panjang. 

Lahir di tahun 1922, Julie mulai menulis resep di tahun 1952. Dia rajin mencatat resep-resep yang dikoleksinya sejak berusia sepuluh tahun. Pada awalnya resep-resep itu dimuat di Star Weekly tahun 1961-1971, Mingguan Jaya sejak tahun 1971, serta Dapur Kita di Harian KOMPAS setiap hari Minggu. Sebagai perempuan yang berdarah Tionghoa yang berasal dari Lasem, Jawa Tengah; serta mengenyam pendidikan di masa kolonial yang membuatnya fasih berbahasa Belanda, beliau tinggal di tiga zaman. Semua itu memengaruhi variasi cita rasa resep-resepnya: masakan lawas khas Nusantara terutama masakan Jawa, cita rasa Oriental khas peranakan, serta cita rasa Barat/ Eropa khususnya masakan Belanda. Hingga akhir hayatnya, Ibu Julie tetap menulis dengan nama pena Nyonya Rumah atau Huis Vrouw, nama pilihannya sendiri karena sejatinya beliau tak ingin terlalu dikenal publik.

Kepulangan beliau pada 2 November 2021 tentu menjadi kehiangan besar bagi  dunia kuliner Indonesia. Selamat jalan Ibu Julie "Nyonya Rumah" Sutardjana, terima kasih atas segala dedikasi dan ilmunya, selamat beristirahat dengan damai.  


Ditulis oleh Nana Lystiani, Editor Boga Busana Kecantikan Gramedia Pustaka Utama.