7 Buku yang Perlu Dibaca untuk Tahun Baru Lebih Produktif - Gramedia Pustaka Utama

7 Buku yang Perlu Dibaca untuk Tahun Baru Lebih Produktif

Show all media center
Publikasi 11 Januari 2022
7 Buku yang Perlu Dibaca untuk Tahun Baru Lebih Produktif

Gimana pekan pertamamu di 2022? Supaya semakin mantap menjalani tahun ini, tim GPU telah memilihkan tujuh buku nonfiksi unggulan agar hari-hari ke depan bisa lebih produktif.

 

Joyful: Hal-Hal Biasa yang Mendatangkan Kebahagiaan Luar Biasa
Penulis: Inggrid Fetell Lee

Pernah bertanya kenapa kita berhenti dan menyaksikan kilasan jingga sebelum matahari terbenam, atau berbondong-bondong melihat bunga sakura mekar pada musim semi? Apa alasan hampir semua orang—tak peduli dari gender, usia, latar belakang budaya, atau suku apa—terpesona melihat bayi binatang, dan tak bisa menahan senyum saat melihat semburan kertas pesta warna-warni atau balon beraneka warna?
 
Kita sering dibuat merasa bahwa dunia fisik tak berperan dalam kebahagiaan batin kita. Para ahli mendesak kita untuk menemukan kedamaian dan ketenangan dengan melihat ke dalam diri—lewat mindfulness dan meditasi—serta menghentikan dunia luar. Namun, bagaimana kalau getaran alami dari lingkungan sekitar kita sebenarnya adalah sumber kegembiraan yang paling terbarui dan mudah kita jangkau?
 
Di buku ini, penulis sekaligus perancang Ingrid Fetell Lee menggali bagaimana ruang dan objek yang sepertinya membosankan, yang setiap hari berinteraksi dengan kita, memiliki efek yang kuat dan mengejutkan atas suasana hati kita. Dari sudut pandang ilmu saraf dan psikologi, dia menjelaskan mengapa satu hal membuat kita merasa lelah dan penuh persaingan, sedangkan yang lain mendorong penerimaan dan rasa senang. Di atas segalanya, dia mengungkapkan bagaimana kita bisa mempertegas kekuatan lingkungan kita untuk menjalani hidup yang lebih penuh, sehat, dan benar-benar diliputi kegembiraan.

 

Chicken Soup For The Soul: Kekuatan Berkata YA!
Penulis: Amy Newmark
 
Mengatakan YA berarti kita akan melakukan sesuatu yang baru, melakukan perubahan dalam hidup kita. YA adalah sebuah kata yang begitu sederhana tetapi dapat melakukan hal-hal besar.
 
Di dalam kumpulan kisah ini, para penulis menceritakan berbagai cara yang mereka gunakan untuk menantang dirinya sendiri menghadapi rasa takutnya dan mencoba hal-hal baru. Mereka menceritakan bagaimana cara itu bisa mengubah mereka menjadi lebih baik, dan menjuruskan ke lebih banyak hal baru, dan kehidupan yang lebih luas serta bermakna.
 
Lakukan perubahan dalam hidup ini melalui kata YA dengan ditemani para pejuang kehidupan yang pemberani di dalam buku ini. Rasakan gairah hidup yang lebih membahana yang membuat kita semakin bahagia dan bersyukur.

 

Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Penulis: Fumio Sasaki

Fumio Sasaki berubah hidupnya setelah menganut gaya hidup minimalis. Namun, sebelum gaya hidup ini dapat benar-benar melekat, dia harus membuatnya menjadi kebiasaan. Kita semua menjalani kehidupan berdasarkan kebiasaan yang kita bentuk, mulai dari bangun pagi, apa yang kita makan dan minum, hingga upaya untuk berolahraga di gym. Dalam buku Hello, Habits, Sasaki menjelaskan cara membentuk kebiasaan baru yang kita inginkan—dan menyingkirkan berbagai kebiasaan yang tidak bermanfaat.
 
Berdasarkan teori dan kiat terkenal tentang ilmu pembentukan kebiasaan yang dikajinya dari psikologi kognitif, neurosains, dan sosiologi, serta berbagai contoh dari budaya populer dan berbagai cara yang telah dicoba dan diuji dari kehidupannya sendiri, dia mengungkap kesalahpahaman umum tentang “keteguhan hati” dan “bakat”. Selanjutnya, dia menawarkan panduan bertahap menuju sukses. Akhirnya, Sasaki menunjukkan bagaimana orang awam seperti dirinya dapat menggunakan prinsip pembentuk-kebiasaan yang baik untuk meningkatkan diri dan mengubah hidup.

 

You Do You: Discovering Life through Experiments & Self-Awareness
Penulis: Fellexandro Ruby

“Mas, gimana kalau passion gue belum menghasilkan?”

“Mas, apakah lebih baik jadi generalis atau spesialis?”


“Mas, gue pengin bisa ganti haluan karier di bidang yang lain, bisakah?

 

“Mas, gue lagi di tengah-tengah quarter-life crisisHelp me.”


“Mas, gue bingung ikigai gue apa.”


“Mas, emang di usia 30 nanti, secara finansial gue udah mesti punya apa aja?”


“Mas, berbagi dong proses lo menuju ke Rp1M pertama.”


I feel you. Gue juga pernah mengalami keresahan yang sama. Faktanya, satu dekade pertama dalam perjalanan karier gue dihabiskan untuk bereksperimen dengan sembilan macam role yang berbeda, sampai akhirnya gue menemukan ikigai.


Sales, petugas lelang, operator alat berat, travel bloggerfood photographer, penyanyi, social media managerproduct manager di sebuah tech startup, sampai pengusaha pernah gue jalani.


Menariknya, semua kegalauan dan pencarian itu mulai terjawab dengan sendirinya ketika gue bisa menjawab pertanyaan: “Who are you?


Ketika gue mengenal diri sendiri, maka pada titik itulah gue menemukan jawaban bahwa “your life (career, business, relationship, and finance) should be an extension of who you are”.


Buku ini nggak ngasih jawaban langsung, tapi ngebantu merefleksi diri, melihat ke dalam, mengurai situasi, supaya lo bisa menemukan sendiri jawaban, kapan pun lo bertemu dengan persimpangan.

 

Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi
Penulis: Desi Anwar
 
Melalui media sosial dan realitas virtual, kehidupan online membuat kita terus terhubung dan selalu aktif. Ponsel cerdas kita adalah benda pertama yang kita raih saat bangun tidur dan yang terakhir kita letakkan sebelum tidur. Layar kecil di tangan kita itu memberikan kenyamanan, persahabatan, dan rangsangan yang membuat kita terus-menerus tertarik dan bersemangat serta mengalihkan perhatian kita dari dunia nyata. Bersamanya, kita jarang merasa bosan atau punya waktu untuk hanya duduk diam dan melamun.
 
Meskipun memberi kita banyak manfaat, tidak seharusnya kehidupan online menghilangkan kita dari kesenangan hidup di sini saat ini dan berinteraksi dengan dunia fisik. Seharusnya, kehidupan online tidak membuat kita lupa bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang nyata dan menghargai keindahan lingkungan kita, serta tidak membuat kita tersesat dalam gangguan terus-menerus.
 
Buku ini mengundang kita untuk meletakkan gadget sesekali dan menemukan kembali kesenangan sederhana menghabiskan waktu secara offline. Waktu di mana kita dapat terhubung dengan hal-hal indah di sekitar kita—bukan dengan teks, video, emoji, tetapi dengan mata, telinga, sentuhan, perasaan, imajinasi, dan semua indra kita.
 
Going Offline adalah undangan untuk melakukan perjalanan yang membawa kita ke jantung kehidupan nyata itu sendiri—untuk menemukan dunia di luar dan bahkan untuk menemukan dunia di dalam, ke jantung tempat jati diri kita berada.

 

Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar
Penulis: Richard Carlson

Banyak hal dalam hidup ini yang sebenarnya hanya masalah kecil, tapi kita memperlakukannya sebagai masalah besar. Sebenarnya, dengan membentuk perspektif baru bahwa masalah-masalah itu memang kecil, kita akan mempunyai lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang benar-benar merupakan masalah besar.
 

Dengan gaya tulisan yang mudah dipahami, buku ini menyajikan cara-cara membentuk perspektif yang lebih positif tersebut sehingga kita akan belajar untuk berdamai dengan diri sendiri dan lebih peduli. Hidup kita akan lebih terfokus pada masa kini, hubungan kita dengan orang lain akan menjadi lebih baik, dan batin kita akan menjadi lebih tenang.
 

• Berdamailah dengan ketidaksempurnaan

• Jangan menginterupsi atau memutus kalimat orang lain

• Berbuat baiklah kepada orang lain dan jangan ceritakan hal itu kepada siapa pun

• Jadilah pendengar yang baik

• Jangan lupa, ”hidup bukanlah keadaan gawat darurat”

• Tahan keinginan untuk cepat-cepat melontarkan kritik

• Tetaplah merasa nyaman meskipun tidak mengetahui sesuatu

• Berhentilah menyalahkan orang lain

• Isilah hidup dengan kasih sayang

• Percayailah intuisi kita
 

 

Keajaiban yang Mengubah Hidup dari Bersikap Tidak Ambil Pusing
Sarah Knight

Seni tak terduga untuk tidak terlalu ambil pusing dan lebih menikmati hidup karenanya
 
Apakah Anda sedang stres, memiliki beban kerja berlebihan, dan merasa dikecewakan oleh hidup? Bosan karena harus terus menyenangkan orang lain sebelum menyenangkan diri sendiri? Itu artinya Anda perlu berhenti ambil pusing.
 
Buku yang praktis tapi terkesan urakan ini membahas cara membebaskan diri dari kewajiban-kewajiban yang tidak diinginkan, rasa malu, dan rasa bersalah—dan sebaliknya mencurahkan perhatian kepada orang-orang dan hal-hal yang membuat Anda bahagia.
 
Dari drama keluarga sampai keinginan mempunyai tubuh ideal, Metode NotSorry sederhana untuk membersihkan pikiran ini akan membantu Anda membebaskan kekuatan di balik sikap tidak ambil pusing untuk kemudian mengerahkan seluruh waktu, energi, dan uang pada hal-hal yang sungguh penting.



Selamat membaca.