LAUTAN PUISI

Event

LAUTAN PUISI

Para penyair berkumpul untuk menyuarakan hati mereka melalui puisi-puisi yang mereka coretkan sebagai ekspresi diri. Sesi ini juga menjadi tribute bagi Joko Pinurbo, yang diwakili dengan pembacaan puisi-puisi karyanya oleh para penyair yang tampil mengisi sesi.
Tentang Promo Ini
Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Agustus 2024
Pukul : 18.00-20.30
Tempat : Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki

M. Aan Mansyur
M. Aan Mansyur adalah penulis, penyunting, dan penerjemah yang menyukai fotografi. Saat ini ia bekerja sebagai direktur Makassar International Writers Festival. Beberapa bukunya antara lain Aku Hendak Pindah Rumah (2008), Melihat Api Bekerja (2015), Tidak Ada New York Hari Ini (2016), Cinta yang Marah (2017), Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu (2021), dan Memasihkan yang Pernah (2023). Buku puisinya, Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau (2020), menerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2021 dan Anugerah Sastra Kemendikbudristek 2021.

Cyntha Hariadi
Cyntha Hariadi menerbitkan buku pertama pada 2016, yaitu kumpulan puisi Ibu Mendulang Anak Berlari, yang manskripnya merupakan salah satu pemenang Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015. Buku-buku selanjutnya adalah Manifesto Flora (kumcer), Kokokan Mencari Arumbawangi (novel), Mimi Lemon (kumcer), dan CICA, sekumpulan puisi tentang kenangan masa kecilnya sebagai Cina Benteng dan perenungannya sebagai Cina Indonesia atau Chindo, istilah masa kininya.

Firnita
Firnita adalah penulis serbabisa. Dia mempelajari Teknologi Pangan sebagai studi sarjana, tetapi memiliki banyak minat di bidang lain: psikologi, film, musik dan banyak lagi. Hasil tes MBTI-nya adalah INTJ. Tulisan-tulisannya bisa dibaca di Medium, Twitter, Instagram, dan tentu saja versi lengkapnya di bukunya yang diterbitkan bersama POP: Strings Attached (2020) dan Shorter Stories (2021). Pada 1 Juli 2023, penulis kelahiran 1998 ini mengadakan pertunjukan tunggal bertajuk "Half Past Twenties: A Spoken Word Poetry Performance" di Mula Galeria, Jakarta.

Theoresia Rumthe
Theoresia Rumthe, lahir di Ambon, Maluku. Setelah belasan tahun merantau dan tinggal di kota Bandung, kini ia pulang dan menetap di kota Ambon. Ia menulis puisi, mengajar wicara publik, dan membuat gelaran panggung musik bersama Rempah Gunung, Aroma Dendang Sahaja, dan mengelola Ruang Sajange—pekarangan kecil di samping rumahnya untuk diskusi literasi. Buku-buku puisinya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama yakni, Tempat Paling Liar di Muka Bumi (2016), Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai (2018), Selamat Datang, Bulan (2019), Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi (2021), dan Kadang Rumah Tak Memberimu Pulang (2023)—buku ini juga masuk nominasi 5 besar Buku Sastra Pilihan Tempo.

Gratiagusti Chananya Rompas
Gratiagusti Chananya Rompas memulai karier menulisnya dengan membentuk Komunitas BungaMatahari, sebuah kolektif puisi daring, di tahun 2000. Kini terlibat sebagai salah satu penyelenggara Paviliun Puisi, sebuah acara pembacaan puisi yang diadakan setiap bulan. Ia telah menerbitkan Kota Ini Kembang Api (GPU, 2016), Non-Spesifik (GPU, 2017), Familiar Messes and Other Essays (KPG, 2017), dan e___y (GPU, 2022). Puisi-puisinya juga pernah muncul di berbagai jurnal, majalah, dan antologi di dalam serta luar negeri.

Maria Pankratia
Maria Pankratia adalah Manajer Program di Yayasan Klub Buku Petra, Ruteng dan Flores Writers Festival. Pada Mei 2017, Maria menjadi salah satu Emerging Writer dari Nusa Tenggara Timur yang diundang ke Makassar International Writers Festival. Di tahun yang sama, salah satu artikelnya yang berjudul “KTP untuk Kaum Waria, Kenapa Tidak?” menjadi Juara III Kategori Umum, Lomba Penulisan dan Liputan bertema “Keberagaman Gender dan Seksualitas”. Di tahun 2022, Maria menjadi salah satu penerima beasiswa Beyond Projects and Spaces oleh Goethe-Institut Indonesien dan juga Sekolah Pemikiran Perempuan. Saat ini, Maria aktif menjadi Sekretaris Redaksi Bacapetra.co; media dalam jaringan yang berfokus pada pengembangan sastra dan literasi di Nusa Tenggara Timur dan Sekretaris Komisi Arsip dan Koleksi, Riset dan Kebijakan di Dewan Kesenian Jakarta.

Follow Instagram @pestaliterasi.id untuk info lebih lengkapnya!
icon verified
Masa Periode
31 - 31 August 2024