Event
Pesta Literasi Indonesia di Garut!
Kota Garut, yang dikenal sebagai Swiss van Java dengan panorama pegunungan yang indah, jejak sejarah yang terjaga dalam tradisi Sunda, serta kekayaan alam dan budaya yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari, selalu menjadi ruang yang hangat bagi ide dan perjumpaan. Di tengah keramahan warganya dan pesona alamnya yang menenangkan, tahun ini Garut menjadi tuan rumah Pesta Literasi Indonesia 2025. Mengusung tema Cerita Khatulistiwa, kita diajak merayakan kisah-kisah dari kaki Gunung Cikuray dan Papandayan serta mendengarkan pengalaman yang membentuk wajah Indonesia hari ini.
Tentang Promo Ini
Bekerja sama dengan Sadar Setara, Pesta Literasi Indonesia mengajak kita yang tinggal di Garut dan sekitarnya untuk berpesta bersama.
Merdeka di Tanah Sendiri
Hari/Tanggal: Sabtu, 13 September 2025
Pukul: 09.00–12.00 WIB
Tempat: Kopi Jaya
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44151
Narasumber: Cyntha Hariadi, Wawan Kurniawan, Firda Marsya Kurnia
Moderator: Jessica Syafaq Muthmaina
Di tengah perjalanan sejarah Indonesia, kisah tentang hak asasi manusia kerap terjalin dengan kehilangan yang memilukan, seperti nasib Munir, sang pembela HAM yang suaranya dibungkam; pergulatan masyarakat peranakan China yang berabad-abad tinggal di tanah yang mereka rawat, tapi kerap dipertanyakan hak hidupnya di sana; juga norma-norma masyarakat yang dilazimkan membatasi hak berekspresi. Hak untuk berpendapat dan hidup di tanah sendiri seharusnya menjadi hak asasi yang tak terbantahkan, tetapi realitas menunjukkan bahwa diskriminasi, kekerasan, dan penghapusan suara terus membayangi. Diskusi ini mengajak kita menelusuri bagaimana memaknai kembali kemanusiaan: bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang, berhak mendapatkan rasa aman, diakui, dan hidup bermartabat di tanah yang ia sebut rumah.
Belajar Membuat Zine
Hari/Tanggal: Sabtu, 13 September 2025
Pukul: 13.00–14.30 WIB
Tempat: Kopi Jaya
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44151
Narasumber: RAWS Syndicate
Moderator: Fitriana Rizkia
Music Performance oleh Mandasuli
Hari: Sabtu, 13 September 2025
Pukul: 15.00–16.00 WIB
Tempat: Kopi Jaya
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44151
Bazar Semesta Buku
Hari : Sabtu, 13 September 2025
Waktu : 09.00–16.00 WIB
Lokasi : Kopi Jaya, Jl. Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Tarogong Kaler, Garut
Dapatkan buku-buku incaranmu di Semesta Buku dengan potongan harga yang sangat menarik!
Profil Pengisi Acara
Cyntha Hariadi
Cyntha Hariadi adalah penulis puisi dan prosa kelahiran Tangerang, Banten. Karya-karyanya yang telah terbit yaitu Ibu Mendulang Anak Berlari, Manifesto Flora, Kokokan Mencari Arumbawangi, Mimi Lemon, dan buku puisi terbarunya, CICA.
Wawan Kurniawan
Wawan Kurniawan menulis puisi, cerpen, esai, dan novel, serta menerjemahkan beberapa karya. Beberapa karyanya yang telah terbit yaitu kumpulan puisi Persinggahan Perangai Sepi (2013), Sajak Penghuni Surga (2017), dan Museum Kehilangan (2020); kumpulan esai Sepi Manusia Topeng (2020), Jorge Luis Borges, Realisme Magis, dan Filsafat (2022); serta kumpulan cerpen Aku Mengeong (2021). Salah satu karyanya menjadi Novel Pilihan Unnes International Novel Writing Contest 2017 dan terbit pada 2025 dengan judul Seratus Tahun Kebisuan. Dia diundang sebagai emerging writer di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015 dan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025.
Firda Marsya Kurnia
Firda Marsya Kurnia yang populer sebagai Marsya VoB lahir di Garut pada 28 Juni 2000. Pada 2014, saat masih bersekolah, dia turut membentuk Voice of Baceprot (VoB), grup musik metal yang semua anggotanya adalah perempuan, bersama temannya, Sitti VoB dan Widi VoB. Marsya adalah vokalis, gitaris, sekaligus penulis lirik lagu yang konsisten menyuarakan perlawanan perempuan terhadap stereotipe dan stigma, juga berbagai kritik sosial melalui karya-karya yang mendobrak batasan, tetapi tetap setia pada visi artistiknya.
Jessica Syafaq Muthmaina
Jessica Syafaq Muthmaina adalah pendiri Sadar Setara, kolektif feminis yang berbasis di Garut. Melalui Sadar Setara, dia menginisiasi Aksi Kamisan dan peringatan International Women’s Day pertama di Garut. Ketika masih aktif sebagai mahasiswa, Jessica bersama teman-teman KBK Fisika Teoretis dan Komputasi membangun Ruang Postulat, suatu tempat aman menalar semesta, dan berproses di BPPM Balairung yang menjadi landasan kuat aktivismenya. Berbekal latar belakang Fisika UGM dan kini menempuh magister Astrofisika di University of Padova, Italia, misi Jessica adalah memperkuat perlawanan feminis dengan riset dan storytelling yang memberdayakan serta kerja komunitas yang inklusif.
Fitriana Rizkia
Fitriana Rizkia adalah mahasiswi S-2 yang percaya bahwa solusi setiap masalah bisa ditemukan melalui riset dan dialog. Latar belakangnya sebagai lulusan Pendidikan Ekonomi UPI dan pengalamannya sebagai Asisten Dosen dan Asisten Lab Ekonometrika telah membentuk cara pandangnya dalam mengamati berbagai isu. Bagi Fitriana, riset bukan hanya soal angka, tapi juga tentang memahami dinamika yang terjadi di masyarakat. Di luar jam studi, dia gemar bersepeda dan kini sedang antusias mengejar target elevasi di Strava.
Seru, kan? Jangan lupa catat tanggalnya, ya. Yuk, kita berkumpul, berbagi pengalaman, dan berpesta bersama di Garut. Sampai ketemu!
Merdeka di Tanah Sendiri
Hari/Tanggal: Sabtu, 13 September 2025
Pukul: 09.00–12.00 WIB
Tempat: Kopi Jaya
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44151
Narasumber: Cyntha Hariadi, Wawan Kurniawan, Firda Marsya Kurnia
Moderator: Jessica Syafaq Muthmaina
Di tengah perjalanan sejarah Indonesia, kisah tentang hak asasi manusia kerap terjalin dengan kehilangan yang memilukan, seperti nasib Munir, sang pembela HAM yang suaranya dibungkam; pergulatan masyarakat peranakan China yang berabad-abad tinggal di tanah yang mereka rawat, tapi kerap dipertanyakan hak hidupnya di sana; juga norma-norma masyarakat yang dilazimkan membatasi hak berekspresi. Hak untuk berpendapat dan hidup di tanah sendiri seharusnya menjadi hak asasi yang tak terbantahkan, tetapi realitas menunjukkan bahwa diskriminasi, kekerasan, dan penghapusan suara terus membayangi. Diskusi ini mengajak kita menelusuri bagaimana memaknai kembali kemanusiaan: bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang, berhak mendapatkan rasa aman, diakui, dan hidup bermartabat di tanah yang ia sebut rumah.
Belajar Membuat Zine
Hari/Tanggal: Sabtu, 13 September 2025
Pukul: 13.00–14.30 WIB
Tempat: Kopi Jaya
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44151
Narasumber: RAWS Syndicate
Moderator: Fitriana Rizkia
Music Performance oleh Mandasuli
Hari: Sabtu, 13 September 2025
Pukul: 15.00–16.00 WIB
Tempat: Kopi Jaya
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 44151
Bazar Semesta Buku
Hari : Sabtu, 13 September 2025
Waktu : 09.00–16.00 WIB
Lokasi : Kopi Jaya, Jl. Letjen Ibrahim Adjie, Sirnajaya, Tarogong Kaler, Garut
Dapatkan buku-buku incaranmu di Semesta Buku dengan potongan harga yang sangat menarik!
Profil Pengisi Acara
Cyntha Hariadi
Cyntha Hariadi adalah penulis puisi dan prosa kelahiran Tangerang, Banten. Karya-karyanya yang telah terbit yaitu Ibu Mendulang Anak Berlari, Manifesto Flora, Kokokan Mencari Arumbawangi, Mimi Lemon, dan buku puisi terbarunya, CICA.
Wawan Kurniawan
Wawan Kurniawan menulis puisi, cerpen, esai, dan novel, serta menerjemahkan beberapa karya. Beberapa karyanya yang telah terbit yaitu kumpulan puisi Persinggahan Perangai Sepi (2013), Sajak Penghuni Surga (2017), dan Museum Kehilangan (2020); kumpulan esai Sepi Manusia Topeng (2020), Jorge Luis Borges, Realisme Magis, dan Filsafat (2022); serta kumpulan cerpen Aku Mengeong (2021). Salah satu karyanya menjadi Novel Pilihan Unnes International Novel Writing Contest 2017 dan terbit pada 2025 dengan judul Seratus Tahun Kebisuan. Dia diundang sebagai emerging writer di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015 dan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025.
Firda Marsya Kurnia
Firda Marsya Kurnia yang populer sebagai Marsya VoB lahir di Garut pada 28 Juni 2000. Pada 2014, saat masih bersekolah, dia turut membentuk Voice of Baceprot (VoB), grup musik metal yang semua anggotanya adalah perempuan, bersama temannya, Sitti VoB dan Widi VoB. Marsya adalah vokalis, gitaris, sekaligus penulis lirik lagu yang konsisten menyuarakan perlawanan perempuan terhadap stereotipe dan stigma, juga berbagai kritik sosial melalui karya-karya yang mendobrak batasan, tetapi tetap setia pada visi artistiknya.
Jessica Syafaq Muthmaina
Jessica Syafaq Muthmaina adalah pendiri Sadar Setara, kolektif feminis yang berbasis di Garut. Melalui Sadar Setara, dia menginisiasi Aksi Kamisan dan peringatan International Women’s Day pertama di Garut. Ketika masih aktif sebagai mahasiswa, Jessica bersama teman-teman KBK Fisika Teoretis dan Komputasi membangun Ruang Postulat, suatu tempat aman menalar semesta, dan berproses di BPPM Balairung yang menjadi landasan kuat aktivismenya. Berbekal latar belakang Fisika UGM dan kini menempuh magister Astrofisika di University of Padova, Italia, misi Jessica adalah memperkuat perlawanan feminis dengan riset dan storytelling yang memberdayakan serta kerja komunitas yang inklusif.
Fitriana Rizkia
Fitriana Rizkia adalah mahasiswi S-2 yang percaya bahwa solusi setiap masalah bisa ditemukan melalui riset dan dialog. Latar belakangnya sebagai lulusan Pendidikan Ekonomi UPI dan pengalamannya sebagai Asisten Dosen dan Asisten Lab Ekonometrika telah membentuk cara pandangnya dalam mengamati berbagai isu. Bagi Fitriana, riset bukan hanya soal angka, tapi juga tentang memahami dinamika yang terjadi di masyarakat. Di luar jam studi, dia gemar bersepeda dan kini sedang antusias mengejar target elevasi di Strava.
Seru, kan? Jangan lupa catat tanggalnya, ya. Yuk, kita berkumpul, berbagi pengalaman, dan berpesta bersama di Garut. Sampai ketemu!
Masa Periode
13 - 13 September 2025