Pesta Literasi Indonesia di Magelang!

Event

Pesta Literasi Indonesia di Magelang!

Kota Magelang, yang dikenal sebagai Kota Sejuta Bunga, dengan udara pegunungan yang sejuk, jejak sejarah yang terpahat dalam candi-candi megah, serta kekayaan tradisi Jawa yang terus hidup di tengah masyarakatnya, selalu menjadi ruang yang teduh bagi ide dan perjumpaan. Di antara keindahan alam dan keramahan warganya, tahun ini Magelang menjadi tuan rumah Pesta Literasi Indonesia 2025. Mengusung tema Cerita Khatulistiwa, kita diajak merayakan kisah-kisah dari lereng Merapi dan Merbabu serta mendengarkan pengalaman yang membentuk wajah Indonesia hari ini.
Tentang Promo Ini
Bekerja sama dengan Sunday Reads Magelang, Pesta Literasi Indonesia mengajak kita yang tinggal di Magelang dan sekitarnya untuk berpesta bersama.

Baca Bersama
Hari/Tanggal: Minggu, 14 September 2025
Pukul: 08.30–10.00 WIB
Tempat: Museum BPK RI
Jalan Pangeran Diponegoro No. 1, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56117

Tur Museum BPK RI
Hari/Tanggal: Minggu, 14 September 2025
Pukul: 10.00–12.00 WIB
Tempat: Museum BPK RI
Jalan Pangeran Diponegoro No. 1, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56117

Workshop Membatik Bersama Go4Tour
Hari/Tanggal: Minggu, 14 September 2025
Waktu: 10.00–12.00 WIB
Tempat: Museum BPK RI
Jalan Pangeran Diponegoro No. 1, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56117

Pemutaran Film Pendek: Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan
Hari/Tanggal: Minggu, 14 September 2025
Waktu: 13.00–13.30 WIB
Tempat: Museum BPK RI
Jalan Pangeran Diponegoro No. 1, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56117

Gugusan Karya Perempuan Indonesia
Hari/Tanggal: Minggu, 14 September 2025
Pukul: 13.00–16.00 WIB
Tempat: Museum BPK RI
Jalan Pangeran Diponegoro No. 1, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56117
Narasumber: Puty Puar, Okky Madasari, Galuh Larasati
Moderator: Chairumi Tyas Satiti

Karya perempuan adalah jejak yang ditinggalkan di dunia. Setiap karya lahir dari pandangan hidup, pengalaman, dan keberanian untuk bersuara, sering kali di tengah ruang yang belum sepenuhnya memberi tempat. Lewat karya, perempuan tak hanya berbagi cerita atau gagasan, tapi juga membangun jembatan antara orang-orang, budaya, dan generasi. Ada yang menciptakan dari nol, ada yang menghidupkan kembali karya orang lain agar bisa dinikmati lebih banyak orang, ada pula yang merangkai kata untuk mendorong perubahan sosial. Di balik semua itu, ada dedikasi, ketekunan, dan keberanian untuk bertahan menghadapi tantangan, kritik, bahkan bias. Melalui gugusan karya perempuan Indonesia, kita dapat menelusuri proses kreatifnya, memahami dampaknya, dan melihat bagaimana karya-karya ini terus membentuk cara kita membaca, memahami, serta mengimajinasikan masa depan.

Music Performance oleh RFRNDS
Hari/Tanggal: Minggu, 14 September 2025
Waktu: 15.30–16.30 WIB
Tempat: Museum BPK RI
Jalan Pangeran Diponegoro No. 1, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56117

Profil Pengisi Acara
Okky Madasari
Okky Madasari adalah seorang sastrawan dan sosiolog. Karya-karya fiksinya adalah Entrok (2010), 86 (2011), Maryam (2012), Pasung Jiwa (2013), Kerumunan Terakhir (2015), Yang Bertahan dan Binasa Perlahan (2016), dan empat novel Mata yang ditujukan untuk pembaca muda: Mata di Tanah Melus (2018), Mata dan Rahasia Pulau Gapi (2018), Mata dan Manusia Laut (2019), serta Mata dan Nyala Api Purba (2021). Dikenal sebagai sastrawan yang secara kritis memotret isu-isu sosial melalui karya-karyanya, Okky meraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Arab, dan bahasa Melayu. Di bidang akademis, Okky meraih Ph.D. dari National University of Singapore dengan fokus riset pada bidang produksi pengetahuan. Memadukan antara sastra dan ilmu sosial, Okky percaya pada pendekatan multidisiplin dalam berkarya, baik dalam karya fiksi maupun karya ilmiah.

Puty Puar
Puty Puar adalah seorang ibu, ilustrator, kreator konten, dan penulis buku. Sejak 2018, Puty mengelola Buibu Baca Buku, komunitas yang bertujuan memberdayakan perempuan Indonesia, khususnya ibu-ibu, melalui literasi. Saat ini, Puty sedang menempuh studi di bidang pembangunan berkelanjutan.

Galuh Larasati
Galuh Larasati adalah penulis kelahiran Borobudur, Magelang, yang memiliki latar belakang di bidang perhotelan dan pariwisata. Novel pertamanya, Nawung, Putri Malu dari Jawa, terpilih sebagai Best Book 2013 oleh “Ma Petite Bibliotheque” Made Melani dan sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, serta dipamerkan di Frankfurt Book Fair pada 2015. Ia juga menulis dua buku lain, yaitu Melati dan El. Saat ini, Atik menjadi pegiat literasi di desa tempat kelahirannya lewat komunitas Baca di Borobudur. Bersama Yayasan I Care Nusantara, Atik mendirikan Sekolah Sepulang Sekolah yang mengangkat tema sekolah pasar dan konsep pembelajaran sinau seneng-seneng.

Chairumi Tyas Satiti
Chairumi Tyas Satiti yang biasa dipanggil Chaty adalah seorang ibu serta pencinta buku, puisi dan fiksi. Kalau sedang tidak membaca, ia biasanya berolahraga, menjadi freelancer, mengeksplor sekitar, atau melakukan journaling. Ia suka mengajak orang dan membuat konten tentang membaca yang menyenangkan di media sosial dan blog. Ia percaya membaca dan merefleksikan bacaan yang beragam akan memperkaya ilmu dan perspektif kita. Chaty bisa ditemui secara maya di @heychaty.

Seru, kan? Jangan lupa catat tanggalnya, ya. Yuk, kita berkumpul, berbagi pengalaman, dan berpesta bersama di Magelang. Sampai ketemu!
icon verified
Masa Periode
14 - 14 September 2025