Loading...
Armando Mahler
Lahir dan dibesarkan di Palembang, Sumatra Selatan, Armando bercita-cita menjadi pegawai negeri di sebuah kantor wilayah pertambangan. Namun cita-cita tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. la lalu mencoba melamar ke perusaha- an tambang di wilayah paling timur Indonesia, PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua. Setelah menempuh serangkaian ujian masuk, akhirnya ia diterima sebagai pegawai.
Mengawali karier profesionalnya sebagai insinyur tambang yang energik pada tahun 1983, Armando menunjukkan prestasi yang gemilang. la mengalami perpindahan dari tugas satu ke tugas yang lain, mulai dari Tambang Bawah Tanah hingga ke Tambang Permukaan. la juga pernah menjalankan lebih dari 70 jenis peralatan tambang yang dioperasikan oleh PTFI, dari sebuah mesin bor kecil hingga sebuah truk tambang berkapasitas 210 ton. lmpian memang hanya sekadar impian. Dalam kurun waktu 24 tahun, akhirnya Armando berhasil meraih jabatan tertinggi di perusahaan ini, sebagai Presiden Direktur dan CEO. Semua ini diraihnya berkat usaha, kerja keras, dan dedikasinya terhadap se- mua tugas yang pernah diembannya.
Dalam era pertambangan modern saat ini, Armando lulusan Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya Palembang, sangat peduli terhadap perkembangan pengetahuan tambang di masyarakat luas Indonesia. Memberikan atau menularkan pengetahuan tambang secara lugas dan benar terhadap masyarakat luas adalah cita- cita mulianya, dan ini merupakan tantangan di tengah kesibukannya sebagai seorang Presiden Direktur dan CEO. Suami dari Fanny Mambu, telah dikaruniai tiga putri yang sudah dewasa, Jessica, Melissa, dan Claudia. Saat ini waktunya dibagi untuk keperluan dinas di kantor Jakarta, dan lokasi kerja di Tembagapura, Tambang Grasberg, Tambang Bawah Tanah, dan di berbagai Departemen pendukung lainnya yang berada di wilayah operasi PT Freeport Indonesia.
Mengawali karier profesionalnya sebagai insinyur tambang yang energik pada tahun 1983, Armando menunjukkan prestasi yang gemilang. la mengalami perpindahan dari tugas satu ke tugas yang lain, mulai dari Tambang Bawah Tanah hingga ke Tambang Permukaan. la juga pernah menjalankan lebih dari 70 jenis peralatan tambang yang dioperasikan oleh PTFI, dari sebuah mesin bor kecil hingga sebuah truk tambang berkapasitas 210 ton. lmpian memang hanya sekadar impian. Dalam kurun waktu 24 tahun, akhirnya Armando berhasil meraih jabatan tertinggi di perusahaan ini, sebagai Presiden Direktur dan CEO. Semua ini diraihnya berkat usaha, kerja keras, dan dedikasinya terhadap se- mua tugas yang pernah diembannya.
Dalam era pertambangan modern saat ini, Armando lulusan Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya Palembang, sangat peduli terhadap perkembangan pengetahuan tambang di masyarakat luas Indonesia. Memberikan atau menularkan pengetahuan tambang secara lugas dan benar terhadap masyarakat luas adalah cita- cita mulianya, dan ini merupakan tantangan di tengah kesibukannya sebagai seorang Presiden Direktur dan CEO. Suami dari Fanny Mambu, telah dikaruniai tiga putri yang sudah dewasa, Jessica, Melissa, dan Claudia. Saat ini waktunya dibagi untuk keperluan dinas di kantor Jakarta, dan lokasi kerja di Tembagapura, Tambang Grasberg, Tambang Bawah Tanah, dan di berbagai Departemen pendukung lainnya yang berada di wilayah operasi PT Freeport Indonesia.