Loading...
Murdjiati Gardjito
Sejak tahun 2000 telah menggeluti bidang kuliner pada Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada. Penulis berniat, bersama rekan-rekan yuniornya dan teman-teman dari Akademi Kuliner Indonesia (AKI), untuk dapat menyusun dokumen kuliner Indonesia yang dapat digunakan sebagai dasar pijakan untuk langkah penelitian di bidang kuliner Indonesia berikutnya.
Penulis yang juga Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada ini telah menulis beberapa belas buku kuliner Indonesia antara lain, Kuliner Tuban, Lamongan, Banten, Sleman, Pekalongan, Yogyakarta, dan 10 provinsi lain di Indonesia. Penulis mengaku merasa harus bekerja keras untuk dapat menyelesaikan dokumen Indonesia yang dirasa sangat diperlukan bagi generasi muda. Memang pekerjaan ini tidak mudah, tetapi satu langkah telah diayunkan untuk mencapai garis finish dalam perjalanan panjang. Buku kuliner Minang ini ditulis sesuai dengan keberagaman dapur dan kuliner masyarakat Minang yang bermukim di daerah itu.
Saat ini penulis masih tetap menekuni menulis berbagai hal menyangkut makanan, khususnya terkait gastronomi molekuler yang berhubungan dengan cara menikmati makanan. Penulis juga berniat masih akan terus berkarya meneruskan dokumentasi kuliner Indonesia sampai akhir hayatnya, disamping menulis buku-buku tentang pangan nusantara, ketahanan pangan dan gizi, serta buku-buku lain yang menyangkut makanan asli Indonesia.
Penulis yang juga Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada ini telah menulis beberapa belas buku kuliner Indonesia antara lain, Kuliner Tuban, Lamongan, Banten, Sleman, Pekalongan, Yogyakarta, dan 10 provinsi lain di Indonesia. Penulis mengaku merasa harus bekerja keras untuk dapat menyelesaikan dokumen Indonesia yang dirasa sangat diperlukan bagi generasi muda. Memang pekerjaan ini tidak mudah, tetapi satu langkah telah diayunkan untuk mencapai garis finish dalam perjalanan panjang. Buku kuliner Minang ini ditulis sesuai dengan keberagaman dapur dan kuliner masyarakat Minang yang bermukim di daerah itu.
Saat ini penulis masih tetap menekuni menulis berbagai hal menyangkut makanan, khususnya terkait gastronomi molekuler yang berhubungan dengan cara menikmati makanan. Penulis juga berniat masih akan terus berkarya meneruskan dokumentasi kuliner Indonesia sampai akhir hayatnya, disamping menulis buku-buku tentang pangan nusantara, ketahanan pangan dan gizi, serta buku-buku lain yang menyangkut makanan asli Indonesia.