Seri Makanan Favorit: Variasi Martabak Manis

Seri Makanan Favorit: Variasi Martabak Manis

Author: Lilly T. Erwin

Category: Culinary

Ada 2 macam martabak yang kita kenal, ada yang asin, yang terbuat dari campuran telur, daging cincang serta bumbu-bumbu dan ada pula yang manis. Setiap potongannya tebal, di dalamnya berisi campuran kacang tanah, cokelat beras dan keju. Rasanya enak sekali, apalagi jika dimakan panas-panas. Martabak buatan sendiri lebih terjamin mutunya, karena bahan yang digunakan telah dipilih dengan kwalitas prima dan kebersihan bahan serta alat-alat yang dipakai lebih terjamin.

Sebetulnya hanya ada satu resep dasar martabak, tetapi isinya sangat beraneka ragam. Anda tinggal memilih untuk mengolah isi martabak yang mana. Jika Anda bingung, cobalah buat yang biasa saja dahulu. Kemudian Anda amati apakah sambutan dari setiap anggota keluarga cukup baik? Nah, sambil melihat mungkin saja lain kali bisa Anda hidangkan yang berwarna cokelat, Martabak Manis Cokelat, karena adonan dicampur dengan cokelat bubuk. Atau yang hijau, Martabak Manis Hijau, karena diaduk dengan air daun suji. Mungkin juga yang merah karena campuran bit yang direbus, Martabak Manis Merah. Isinya pun banyak sekali variasinya ada: Ketan Hitam dan Kelapa, Kacang Hijau Kupas Masak Santan, Pisang dan Gula Merah. Ada juga yang bernuansa Eropa seperti Isi Daging Asap, Ragout atau Kiwi Salad.

Apa rahasianya agar dihasilkan martabak yang mekar dan empuk? Seperti halnya membuat roti, untuk membuat martabak ini diperlukan zat pengembang berupa ragi (gist/yeast) atau bisa juga baking powder. Zat ini diperlukan untuk menghasilkan pori-pori dan mengembangkan adonan hingga dihasilkan martabak yang bertekstur lembut. Kemudian tentu saja dipilih tepung terigu yang kwalitasnya baik, benar-benar kering, tidak berbau apek dan tercampur dengan kotoran. Selain itu juga untuk memasaknya sebetulnya Anda tidak perlu memiliki wajan khusus, Anda bisa menggunakan wajan datar anti lengket yang berukuran lebar. Wajan seperti ini biasanya bersisi tinggi, hingga adonan bisa tertahan dan tidak meluap keluar. Tetapi tidak tertutup kemungkinan jika Anda ingin memiliki wajan khusus yang biasanya terbuat dari besi, berbentuk datar dan bersisi tinggi. Yang penting hasilnya nanti bisa dinikmati oleh keluarga tercinta.

No. GM :
0
ISBN :
979-22-0781-3
Price :
Rp 25,000
Total Pages :
0 pages
Size :
16,5 x 20
Published :
10 March 2004
Format :
Soft Cover
Category :
Culinary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Lilly T. Erwin

Lilly T. Erwin telah lebih dari 25 tahun berkecimpung di dunia kuliner tradisional Indonesia yang memang sangat diminati dan dicintainya. Jika berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan demo masak, seminar, dan pameran masakan Indonesia, Lilly selalu meluangkan waktu untuk menggali informasi tentang masakan setempat. Di antara kesibukkannya mengelola sebuah guest house unik di kawasan DesaTingal dekat Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah bersama suami tercinta, Lilly tak berhenti untuk terus menyumbangkan dedikasinya pada dunia kuliner Indonesia melalui buku resep. Hingga kini Lilly telah menulis lebih dari 200 judul buku masakan tradisional Indonesia dan buku masakan kreasi dengan berbagai bahan makanan olahan.

Buku-buku karya Lilly T. Erwin yang telah diterbitkan penerbit Gramedia Pustaka Utama antara lain:

- 280 Resep Kue & Jajanan Khas Indonesia

- 424 Resep Lauk

- 125 Resep Masakan Lezat Ikan Tawar

- 200 Resep Hidangan Nasi & Mi

- 100 Resep Masakan Ikan Berkuah

- 116 Resep Sop, Soto, dan Hidangan Sayur

- 264 Resep Masakan Lezat Ikan Laut

Tahun 2018 Lilly T. Erwin mewakili Slowfood Yogyakarta mendapatkan penghargaan “Chef with The Best Taste“ dalam International Food Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Chengdu, Cina. Festival ini dihadiri oleh peserta dari 18 Negara (Asosiasi Slowfood) dari seluruh dunia antara lain Thailand, Indonesia, China, Italia, Brasil, Colombia, Turki, Rusia, dan lainnya. Dalam acara tersebut Lilly memasak Soto Lesah, Gudeg, Nagasari, dan Wingko kreasi untuk disantap oleh 500 orang.

Lilly dapat dihubungi melalui e-mail: lilyerwin@yahoo.com