Serpih-Serpih Salju di Anaipu
Author: Dyah Kalsit
Category: Nonfiction
Jauh di belahan Indonesia bagian timur Mentari merasakan keutuhan sebagai manusia. Sebagai guru di Wamena, dia membaktikan diri sepenuhnya. Sebagai manusia, dia memperkaya batinnya dengan mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang sederhana itu.
Dan semua itu dijalaninya bukan tanpa duri. Keluarganya yang kaya raya di Jakarta sangat menentang kepergiannya ke Irian. Mereka tak bisa menerima bila Mentari harus hidup susah di sana, sementara di Jakarta dia bisa menjadi direktur sebuah perusahaan. Di Anaipu pun begitu. Ketika salah seorang muridnya meninggal bunuh diri, Mentari dituding sebagai biang keladinya. Dia dianggap meracuni budaya setempat karena beberapa orang muda di sana tak lagi peduli pada ketentuan adat istiadat yang berlaku.
Tapi Mentari tetap segar. Dia telanjur mencintai Anaipun dan desa-desa lain di Lembah Baliem. Dia mencintai dan dicintai murid-muridnya. Dan, dia terlanjur mencintai Johannes, putra kepala suku di desa itu...