Dongeng Sebelum Tidur

Dongeng Sebelum Tidur

Author: Gol A Gong

Category: Short Stories

Kumpulan cerpen ini ditulis oleh 5 penulis yang tergabung dalam Komunitas Rumah Dunia pimpinan Gola Gong, yaitu Firman Venayaksa, Tias Tatanka, Gola Gong, Toto ST Radik dan Fahri Asiza.

Rumah Dunia adalah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan ekspresi budaya. Kelompok ini bermula dari sebuah perpustakaan kecil di belakang rumah Gola Gong yang menjadi tempat persinggahan anak-anak tetangga untuk mendengarkan dongeng, membaca, dan menggambar. Tanpa bantuan pemerintah daerah, kelompok kecil ini sekarang telah berkembang menjadi sebuah komunitas seni yang substansial bagi daerah Banten.

Cerpen-cerpen dalam Dongeng Sebelum Tidur bercerita tentang dunia realis bercampur hal-hal imajinatif, kadang surealis. Misalnya dalam cerpen \"Dongeng Sebelum Tidur\" karya Gola Gong, dikisahkan seorang anak pergi mencari bidadari untuk dijadikan ibu setelah mendengar dongeng Jaka Tarub dari ayahnya. Pada dongeng karya Tias Tatanka, dikisahkan seorang laki-laki ditangkap segerombolan monyet dan dijadikan suami. Tias juga bercerita tentang benda-benda toilet yang bisa berbicara dan mengkritik kebejatan manusia. Lalu di cerpen \"Sokrates atawa Telunjuk Miring di Kening\", Toto ST Radik berkisah tentang seorang gila bernama Sokrates yang berjalan mundur ke belakang.

Beberapa cerpen lainnya berjudul \"Aku Ingin Menjadi Clara\", \"Sepotong Batu di Dalam Cermin\", \"Zen\", \"Suara Sang Bilal\", \"The Cowboy City\", dan \"Semalam, Malaikat Pernah Datang.\"

No. GM :
0
ISBN :
979-22-1796-7
Price :
Rp 30,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
28 December 2005
Format :
Softcover
Category :
Short Stories
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Gol A Gong

Goal Gong lahir di Purwakarta,15 Agustus 1963, pernah kuliah di FASA UNPAD Bandung. Setelah diterbitkannya seri petualangan Balada si Roy pada tahun 1989,ia menjadi wartawan tabloid Warta Pramuka(1990-1995) dan tabloid Karina (1994-1995). Ia juga sempat menjadi reporter Freelance di beberapa media massa. Lalu ia terjun ke dunia televisi menjadi penulis skenario, di antaranya komedi situasi Keluarga Van Danoe di RCTI (1993) dan Pondok Indah II di Anteve. Pada tahun 1995 Gola Gong bergabung dengan INDOSIAR terlibat dalam produksi kuis Terserah Anda dan sinetron Remaja 5. Tahun 1996 ia hengkang ke RCTI dan menggarap opera sabun Dua Sisi Mata Uang, (Agustus 2000), komedi situasi Ikhlas (Ramadhan 1997), Papa (Lebaran 2000), komedi superhero Sang Prabu (1999), mega sinetron Tauke Tembakau (tayang 2001), drama misteri Maharani , Pe-De dot kom, dan program spesial Tanah Air.



Beberapa novelnya sedang disinetronkan PT.Indika Entertainment, Petualangan si Roy, Mata Elang, sampai Aku Seorang Kapiten. Sinetron yang diangkat dari novel trilogi Islaminya (Pada-Mu Aku Bersimpuh) ditayangkan pada bulan Ramadhan 2001 di RCTI OKE, serta Al Bahri Aku Datang dari Lautan di TV7.



Selain menulis novel, puisi-puisinya pernah dimuat di HAI, Republika, Suara Muhammadiyah, tabloid Hikmah, Mitra Desa Bandung, dan Harian Banten. Antologi puisinya bersama Toto ST Radik terkumpul dalam Jejak Tiga, Ode Kampung,dan Bebegig, serta tergabung dalam Antologi Puisi Indonesia 1997 versi Komunitas Sastra Indonesia. Dan untuk mengantisipasi Banten jadi provinsi, Gola Gong menjadi pemimpin redaksi tabloid Meridian (Bacaan Anak Muda Banten) hingga kini.