Berjuta-juta Dari Deli

Berjuta-juta Dari Deli

Author: Emil W. Aulia

Category: Nonfiction

Percayakah Anda, pada awal abad XX harga seorang manusia Indonesia tidak lebih mahal dari harga seekor sapi? Perdagangan manusia benar-benar terjadi (dan diiklankan!) pada masa itu. Berlomba-lomba para makelar memasang advertensi mencari dan menyalurkan tenaga kerja untuk mengurus pohon di sebuah perkebunan. Bukan sembarang pohon, tapi konon, pohon berdaun uang. Orang pun berbondong-bondong pergi ke tanah yang bernama Deli itu. Sampai di sana, bukan pohon uang yang ditemukan tetapi para tuan kebun Belanda yang menjadikan mereka kuli kontrak.

Perbudakan terjadi di balik rimbunnya daun-daun tembakau. Tak banyak yang tahu bahwa tembakau Deli yang terkenal di seluruh dunia, akarnya telah menyerap keringat, air mata, dan darah para kuli. Kolusi terjadi antara penguasa daerah dengan tuan kebun. Poenale Sanctie menjadi tameng yang melegalkan kekejaman mereka. Tak ada hukum yang dapat melindungi para kuli. Sampai seorang advokat mengungkap-kan perbudakan yang keji itu dalam sebuah tulisan berjudul Millioenen uit Deli. Sebuah tulisan yang menggemparkan negeri Belanda pada tahun 1902.

No. GM :
0
ISBN :
979-22-2083-6
Price :
Rp 45,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
12 April 2006
Format :
Softcover
Category :
Nonfiction
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Emil W. Aulia

Lahir di Kubang Putih, Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Maret 1974. Menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Padang lalu meneruskan ke Fakultas Hukum, Universitas Sumatra Barat Utara (USU) Medan, Saat ini bekerja di stasiun televisi Lativi sebagai produser program berita. Sebelumnya, menjadi wartawan di beberapa media: Radio Prapanca, FM Medan, Majalah Forum Keadilan dan Cek dan Ricek.

Menulis cerpen, puisi dan esai. Karya-karyanya dimuat di sejumlah media massa. Beberapa artikel yang ditulisnya pernah memenangi beberapa lomba penulisan. Turut serta mendirikan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), sebuah lembaga riset sosial dan pengembangan anak di Medan.