Ceria Bergaya - Kerudung Apik untuk Remaja Aktif dan Olah Raga

Ceria Bergaya - Kerudung Apik untuk Remaja Aktif dan Olah Raga

Author: Vita Purnamawaty

Category: Fashion & Beauty

Saat ini sudah cukup banyak buku panduan berkerudung bagi muslimah remaja. Namun di antara sekian banyak pilihan ini kebanyakan berupa panduan berkerudung di dalam ruangan atau untuk ke pesta. Padahal kegiatan muslimah masa kini tak hanya terbatas pada kegiatan indoor atau berpesta saja.

Untuk menyiasati ketet-batasan tersebut bulcu ini dibuat. Diharapkan isi buku ini bisa menjadi pilihan berkerudung bagi muslimah yang aktif, kreatif, dan memiliki segudang Icegiatan di luar ruang. Di dalamnya berisi panduan berkerudung rang berbeda dari yang telah ada selama ini. Model-model kerudungnya sendiri sangat praktis dan apik, serta dapat diterapkan oleh para pemula yang baru belajar berkerudung. Dan yang paling penting tetap nyaman, bisa menunjang kegiatan, dan tetap trendi.

Dalam buku ini terdapat aneka gaya kerudung untuk beraktivitas Ichas remaja aktif dan kreatif, misalnya kemping, outbound, kuliah, wisuda, bahkn untuk main band bareng teman-teman. Ada pula panduan menyiasati kole ksi pakaian bo-nyok (bokap dan nyokap) agar bisa dipakai dengan tampilan yang modis dan trendi. Pilihlah gaya kerudung yang paling mewakili jiwa remaja, lcenakan dengan penuh gaya.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-3437-4
Price :
Rp 50,000
Total Pages :
0 pages
Size :
18 x 24
Published :
12 February 2008
Format :
Softcover
Category :
Fashion & Beauty
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Vita Purnamawaty

Terlahir sebagai anak tunggal tak membuat aktivis pengajian dan supporter utama Labschool Society ini menjadi manja. Sejak kecil Vita terbiasa membereskan urusan rumah tangga dan segala pernak perniknya. Setelah menamatkan pendidikan di sebuah sekolah tinggi perhotelan di Bandung tahun 1984, hobi ini dapat menjadi lahan bisnisnya setelah sempat bekerja di Agro Catering Service Garuda dan restoran Maxis (tahun 1990).

Kini ibu dari tiga anak kelahiran tanah Parahyangan 10 April 1961 ini lebih fokus mengurus berbagai kegiatan sosial ketimbang bisnis. Penggemar anelca rupa wisata ini (wisata rohani sampai kuliner
he ... he ...) langsung mengiyakan ketika diajak meng-garap tiga buku tentang kerudung. Dia bertanggung jawab penuh terhadap penyediaan busana, aksesoris, dan tentunya kerudungnya.

Selain itu, perannya yang tak dapat diabaikan dalam buku ini adalah mengoordinir proses pemotretan hingga dapat berlangsung tuntas dan rapi.