To Tokyo to Love

To Tokyo to Love

Author: Mariskova

Category: Amore

Everybody has a dream. Bagi Nina, mimpinya adalah memiliki kehidupan yang sempurna: tinggal di rumah, membesarkan anak-anak, mengurus keluarga, melayani suami, dan sebagai hasilnya mendapatkan suami yang memandangnya dengan mata dipenuhi pendar-pendar cinta. Kehidupan sempurna yang ia lihat dimiliki mamanya.

Mimpinya hampir menjadi kenyataan. Namun sesaat sebelum pernikahannya, Ian Prayogo, tunangannya, memberi kabar buruk: ia punya affair dengan mantan pacarnya dan harus segera menikahi perempuan itu.

Nina harus mengubur mimpinya. Tanpa impian, tanpa cinta, dan tanpa jiwa, Nina pergi ke Jepang untuk melupakan Ian. Di Tokyo, Nina berusaha menata hatinya kembali. Yang menjadi penghiburnya adalah seorang laki-laki misterius bersetelan jas hitam yang ia temui setiap hari di kereta dan seorang laki-laki sahabat maya bernama Takung, yang belum pernah ia temui.

Sedikit demi sedikit, Nina mampu berjalan tegak. Semua itu karena dukungan dari sahabat mayanya dan rasa cintanya yang tumbuh bersemi kepada laki-laki misterius di kereta. Namun, ketika Nina hampir mampu melupakan masa lalunya, Ian datang ke hadapan Nina, memintanya kembali ke pelukannya. Dan dia tidak sendiri. Karina, istri Ian, juga datang menemuinya, memintanya menjauhi suaminya, atau ia akan membunuhnya....

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-4245-4
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
23 December 2008
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mariskova

Tukang ngebodor yang menyelubungi dirinya dengan kegalakan dan kekaleman ini memiliki rambut yang bisa selalu dikatakan pendek. Alasan utamanya: untuk mengatur rambutnya yang susah diatur, perempuan yang teratur ini mengaku hanya hairstylist yang randomly chosen by God sajalah yang bisa membuatnya menjadi bagus.

Jika Anda melihatnya berambut panjang lebih dari sebahu, memakai make-up, dan berjalan bak putri raja, sudah dapat di- pastikan ia telah membelot dari kecintaannya pada Keanu Reeves, tiba-tiba jatuh cinta pada angka, secara ajaib menjadi morning person yang pintar memasak, dan buku ini sudah pasti bukan tulisannya. (Fitri Mohan, New York City, 21 Februari 2008).