Bertambah Bijak Setiap Hari

Bertambah Bijak Setiap Hari

Author: Budi S. Tanuwibowo

Category: Self-Improvement

Buku ini merupakan bahan bacaan yang menarik bagi siapa saja yang ingin memetik hikmah dari nilai-nilai kebajikan, kearifan dan keteladanan di dalam menapaki kehidupan ini.
---Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia

Buku ini perlu dibaca siapa saja, penganut agama apa saja, termasuk yang tidak menganut agama apa pun. Isinya tentang mutiara hikmat yang dapat membawa orang kepada jati dirinya sebagai manusia. Buku ini benar-benar memanusiakan manusia. Makanya dari dulu saya senang bersahabat dengan penulisnya.
---Prof. Dr. Jimly Asshididdiqie, S.H., Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI dan Dewan Kehormatan MATAKIN

Buku ini ditulis dengan bahasa populer, enak dibaca, jelas dan menarik, berisi hal-hal yang banyak bersifat kias tentang kearifan Timur, khususnya Konfucianitas. Banyak disuratkan nilai-nilai luhur yang perlu diresapi dan dihayati dalam menyikapi problema kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat dan berdunia. Buku ini banyak membawakan pemikiran yang bermanfaat dalam menyikapi berbagai romantika dan peristiwa yang terjadi dan harus kita hadapi.
---Xs. Tjhie Tjay Ing, Ketua Dewan Rohaniwan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia

Dalam dunia yang semakin maju---sebagai hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi---kita dihadapkan pada tantangan moral yang semakin rumit. Kita dihadapkan pada berbagai dilema etik yang musykil. Diperlukan tidak hanya kecerdasan tetapi terutama kearifan. Buku ini memuat pelajaran yang berharga, mudah dicerna, tidak mengkhotbahi dan membuat pandangan dan sikap hidup kita lebih bijak.
---Dr. Djohan Effendi, Aktivis Gerakan Antar-Iman

Buku karya Budi S. Tanuwibowo ini perlu dibaca oleh semua pemangku kepentingan di negeri ini, sebab isinya padat dengan inspirasi baru bagi upaya penegakan demokrasi dan good governance yang intinya adalah keteladanan, kebajikan dan kearifan. Tiga kata kunci ini mudah diucapkan tapi amat sulit direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
---Prof. Dr. SIti Musdah Mulia, Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace

Buku \"kecil\" yang mengajarkan \"Kebenaran Besar\", meneteskan embun kearifan di tengah kemarau keteladanan di sekitar kita. Buku mutiara kearifan tradisional yang patut dibaca oleh mereka yang ingin membangun negeri dengan terlebih dahulu membangun kualitas dirinya sendiri.
---Yudi Latif, Kepala Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-4949-1
Price :
Rp 45,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14.5 x 21
Published :
15 September 2009
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Budi S. Tanuwibowo

Budi S. Tanuwibowo, laki-laki ke-lahiran Tegal, 31 Maret 1960 ini menamatkan SD, SMP dan SMA di kota kelahirannya. Kemudian ia melanjutkan kuliah S-1 Jurusan Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, dan S-2 Jurusan Manajemen Internasional, Magister Manajemen, Universitas Indonesia.






Budi aktif menulis, di antaranya terlibat sebagai Pe-mimpin Usaha/Proyek Ensiklopedi Nasional Indonesia (18 jilid) dan Pemimpin Redaksi Ensiklopedi Anak Nasional (10 judul), serta menulis tiga buku berjudul, Bertambah Bijak Setiap Hari: 8x3 = 23!, Bertambah Bijak Setiap Hari: 5 Matahari dan kumpulan puisi berjudul, Ada-Tiada, Tiada-Ada: 88 Narasi Cinta dan Kearifan.






Selain menulis, Budi banyak terlibat sebagai pembicara dalam berbagai kesempatan dan menjadi pengurus berbagai organisasi, di antaranya sebagai: Presidium dan Sekretaris Dewan Rohaniwan MATAKIN (2010-2014), Ketua Umum MATAKIN (2002-2010), Ketua Yayasan Amal-Kebajikan MATAKIN (2010-2014), Ketua Kelenteng KONG MIAO Taman Mini Indonesia Indah (2010-2014), Sekretaris Jenderal Perhimpunan Indonesia Tionghoa (2005-2013), Pembina KADIN Indonesia Komite Tiongkok, Sekretaris Jenderal PERSOBARIN, Pendiri dan Presidium PER-MATA, Pendiri dan Pembina Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Pendiri dan Anggota “MA-DIA”, Pembina Yayasan Prana Indonesia, serta berbagai organisasi lainnya.






Putra tunggal dari pasangan Panjang Tanuwibowo dan Mulianingsih ini menikah dengan Sherly Lesmana dan dikaruniai seorang putri bernama Hayuningtyas Cipta Tanuwibowo.